Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Aiptu SM Simamora, Polisi yang Setiap Hari Sapa Warga Gunakan Bahasa Inggris

- Minggu, 21 Februari 2016 18:19 WIB
2.139 view
Aiptu SM Simamora, Polisi yang Setiap Hari Sapa Warga Gunakan Bahasa Inggris
SIB/Roy Damanik SKom
Aiptu Saut Maringan Simamora.
Medan (SIB)- Aiptu Saut Maringan Simamora (50) yang menjabat sebagai Panit 2 Intel Polsek Percut Sei Tuan setiap saat selalu menyapa ataupun berkomunikasi kepada warga yang ditemuinya dengan berbahasa Inggris.

Pria kelahiran Pematang Siantar ketika diwawancarai wartawan, Rabu (17/2) siang mengaku, ilmu penguasaan Bahasa Inggris aktif itu didapatnya dari ayahnya sejak ia masih kecil. Saut mengakui, selain menguasai bahasa Inggris, ayahnya juga merupakan pensiunan polisi dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang tugas terakhirnya di Polres Simalungun menjabat sebagai Kasubden Provos.

Pria yang kini tinggal di Jalan Garu I Gang Merkisa Medan mengisahkan, ia mengenyam pendidikan SD, SMP dan SMA di Perdagangan, Simalungun.
Selanjutnya melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di IKIP Medan Jurusan FP IPS, hingga mendapat gelar D3.

Setelah tamat kuliah, Saut mengikuti jejak ayahnya dengan melamar polisi pada 1987 di SPN Sampali Medan. Setelah lulus melamar kepolisian, pada 1988-1990 Saut pertama sekali bertugas di Polres Dairi sebagai anggota Sat Sabhara. Pada 1990-1993 ia bertugas di Polres Deliserdang sebagai anggota Sat Reskrim, 1993-1995 Saut pindah tugas ke Polresta Medan bagian Sat Reskrim dan ia menikah dengan Tio Marisi br Siahaan.

Pada 1995-1999 ia ditugaskan di Polsek Labuhan sebagai anggota Sat Reskrim, 1999-2000 dipindahkan ke Polsek Patumbak sebagai anggota Sat Sabhara.
Sejak 2000 ia kembali berpindah tugas di Polresta Medan sebagai anggota Sat Reskrim. Pria yang kini dikarunia 3 putra dan 1 putri itu karirnya semakin meningkat, karena di tahun 2005 ia mendapat prestasi tinggi dari Lake Toba Summit 2005 (VVIP) atas kedatangan gubernur sedunia di Sumut.

Di tahun yang sama Saut mendapat penghargaan dari Polresta Medan karena telah mengungkap kasus uang palsu (Upal). Karirnya kembali memuncak di 2006, ia mendapat penghargaan dari Polresta Medan, karena seorang diri ia menangkap kurir Narkoba dan berhasil mengamankan barang bukti 300 Kg ganja kering siap edar. Selama 10 tahun bertugas di Polresta Medan, 2011-2013 ia ditugaskan di Polsek Kutalimbaru sebagai anggota Sat Sabhara. Sejak 2013-2016, ia ditugaskan di Polsek Percut Sei Tuan sebagai Panit II Intel serta Bhabinkamtibmas di lahan garapan Selambo.

Dengan pengalaman yang cukup banyak, Aiptu Saut mengaku tak menyesal sebagai anggota Polri. Apalagi kini anak pertamanya bisa kuliah di Unimed jurusan Tehnik Bangunan. Anak kedua kuliah di Polmed Jurusan Perbankan, ketiga SMP di Global Prima dan yang terakhir SMP Katolik. Diakuinya, ia juga menurunkan talenta berbahasa Inggrisnya kepada anak pertamanya, yang belum lama ini ikut Tim Olimpiade Kota Medan (Khusus Bahasa Inggris) dan mendapat juara.

Aiptu Saut sebagai polisi mempunyai motto, "No Mercy To Criminalis (tiada ampun untuk penjahat)". Sedangkan misinya sebagai polisi adalah, "No Criminal On The Ground (tidak ada kejahatan di muka bumi)". Dan visinya, "Crime Hunter (Pemburuh Kejahatan)". Saat berbincang dengan wartawan, ia sangat berharap talenta yang dimilikinya dapat berguna untuk masyarakat banyak. Khususnya dalam tugas di Polri. Saat ini penguasaan Bahasa Inggris yang dimilikinya hanya dapat disampaikannya kepada masyarakat yang ditemuinya. Diharapkan pimpinan Polri memperhatikan talenta yang dimiliki pria yang juga menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Batak Toba tersebut. (A17/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru