Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Tim Seni OSIS SMP St Thomas 4 Medan Gali Kearifan Lokal ke Sumber Budaya Etnik

- Rabu, 27 Desember 2017 18:00 WIB
707 view
Tim Seni OSIS SMP St Thomas 4 Medan Gali Kearifan Lokal ke Sumber Budaya Etnik
SIB/Dok
rosesi Gali Kearifan Lokal: Sebagian dari Tim Seni Budaya OSIS SMP St Thomas 4 Medan mengikuti prosesi dalam menggali kearifan lokal ke sumber budaya etnik di Bumi Perkemahan Sibolangit, Senin - Selasa, (18 - 19/12).
Medan (SIB) -Tim Seni Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP St Thomas 4 Medan menggali kearifan lokal ke sumber budaya etnik. Kegiatan dimaksudkan agar generasi muda memahami kekayaan budaya leluhur untuk digali dan dilestarikan sebagai bagian dari kekuatan esensi bangsa.  "Anak muda zaman now kan kental dengan budaya pop. Padahal, di lingkungannya bahkan dalam dirinya mengalir budayanya," ujar Kepala Sekolah SMP St Thomas 4 Medan Prasetyo
Sukarno didampingi WKS Hendra Sinurat SPd di jeda pembagian rapor di kompleks sekolah Jalan S Parman Medan, Jumat, (22/12).

Kegiatan dipusatkan di Bumi Perkemahan Sibolangit, Senin - Selasa, (18 - 19/12). Bersamaan dengan upaya penggalian dan pemahaman kesenian budaya itu diadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar Pengurus OSIS SMP St Thomas 4 Medan. Kegiatan dilakukan menyatu dengan alam sebab lingkungan sekitar adalah kehidupan hakiki.

Hendra Sinurat menambahkan, bahasa kearifan lokal sudah demikian populer tapi pemahamannya belum mengental. Itulah sebabnya, siswa khususnya pengurus OSIS harus paham bahwa kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. "Local wisdom kan diwariskan. Jika terputus, maka generasi selanjutnya akan buta dengan budaya leluhur. Itulah yang harus dihindari, tapi jangan pula anak-anak muda itu terasing dari budaya pop yang mengglobal," tambahnya didampngi pengurus OSIS SMP St Thomas 4 Medan Gideon Manurung, Fenia dan Prosty Pandia.

Dalam penggalian kearifan lokal dilibatkan pihak yang memahami seni budaya. Instruktur dimaksud, ujar Hendra Sinurat, tak hanya mengajari seni budaya tapi mengenalkan dan menjelaskan kaitan filosofinya dalam kehidupan masa lampau dan kegunaaan di kehidupan kini hingga ke depan. "Mencintai lingkungan juga bagian dari kearifan lokal. Bagaimana dulu paragat bersenandung saat meracik nira dari pohonnya. Itu kan bagian dari budaya dan seni," jelasnya sambil mengatakan cara demikian agar generasi muda paham budaya leluhur. (R10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru