Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Ahmad Ujung Raih Anugerah 100 Guru Penulis KPPJB

Redaksi - Senin, 29 Juni 2020 19:58 WIB
1.051 view
Ahmad Ujung Raih Anugerah 100 Guru Penulis KPPJB
Foto SIB/ Dok Edison P Malau
Hadiah Puisi Toge: Ahmad Ujung peraih anugerah 100 guru penulis KPPJB, saat memberikan hadiah buku kepada Wartawan Harian SIB, di halaman Gedung Nasional, Djauli Manik, Sidikalang. 
Sidikalang (SIB)
Ahmad Zainuddin Ujung meraih Anugerah 100 Guru Penulis Komunitas Guru Penulis Jawa Barat (KPPJB), lewat buku puisi Toge, Sang Peneroka di Negeri Andalas. Ahmad Ujung merupakan salah seorang guru dan aktif mengajar di SDN 036562 Ponjian, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

Kepada wartawan SIB, Sabtu (27/6) di Sidikalang, Ahmad mengakui puisi aliran Toge merupakan aliran yang pertama kali hadir di Pulau Sumatera. TOGE merupakan akronim dari Tiga larik dan ada judul boleh 1 kata atau lebih; Ornamen atau pola tuang 4 suku kata; Genap sebaitnya berjumlah 12 suku kata; dan Estetis semantis dipercantik dengan diksi, tema, rima bebas serta bukan kalimat sambung.

“Saya sampaikan terimakasih kepada seluruh rekan kerja, karena sudah memberikan dukungan. Awalnya, saya bergabung dengan grup, selanjutnya diberikan arahan dan ajakan dan saya mengikutinya. Sekarang, buku ini merupakan salah satu bentuk kemampuan guru menerbitkan buku tunggal di tahun 2020,” urainya.

Ditambahkan Ahmad, walaupun judul buku Sang Peneroka di Negeri Andalas, dirinya membuat beberapa puisi yang mengangkat adat dan budaya Batak, seperti Horas dan Pariban dari Batak Toba; Dairi, Pelleng dan Sodip dari Pakpak.

“Dalam lomba, diberikan beberapa tema yang harus dipatuhi dan diikuti penulis. Buku puisi ini berisi imaji-imaji yang berkeliaran serta lahir dari realitas-realitas sekitar yang diwarnai dengan khayal. Tercipta sederhana, namun mampu mewakilkan rasa dalam bait pendek yang unik,” tambahnya.

Ahmad juga mengakui fanatismenya terhadap suku Batak, sehingga mengangkatnya dalam satu puisi dengan judul Horas. Dalam puisi Horas dituliskan, Salam hormat, Halak hita, Dongan Batak pada bait pertama. Pada bait kedua, Sonang roha, Rappak mekkel, Serep roha. Serta bait ketiga, Sada roha, Sada hata, Sasudena.

“Semoga aliran Puisi Toge dapat terbentuk di Sumatera Utara, sehingga seluruh kawan dan rekan-rekan penulis dapat bergabung dan berkarya. Karena masih banyak yang akan kita perbaiki, tongkrongan para penikmat kopi Sidikalang adalah tempat membahasnya,” imbuhnya. (K04/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menggelar pasar murah selama