Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026

SMAN 3 Medan Intensifkan Penjaringan Anak Tidak Sekolah untuk Program Pendidikan Jarak Jauh 2026

Tanda Monang Pasaribu - Selasa, 30 Juni 2026 18:12 WIB
639 view
SMAN 3 Medan Intensifkan Penjaringan Anak Tidak Sekolah untuk Program Pendidikan Jarak Jauh 2026
Foto : Dok/SMAN 3
Kepala SMAN 3 Medan Susianto

Medan(harianSIB.com)

SMAN 3 Medan selaku sekolah induk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) terus mengintensifkan penjaringan calon peserta didik dari kalangan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang memenuhi kriteria usia jenjang SMA pada tahun 2026 di Sumatera Utara.

Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan sekolah-sekolah mitra guna memastikan target penerimaan peserta didik PJJ dapat tercapai.

"SMAN 3 Medan berkolaborasi dengan SMAN 2 Percut Sei Tuan (Deliserdang), SMAN 1 Pematangsiantar, dan SMAN 1 Hinai (Langkat). Hingga saat ini kami terus berkoordinasi untuk memperoleh informasi terbaru terkait rekrutmen calon peserta didik," ujarnya kepada wartawan di Medan, Selasa (30/6/2026).

Susianto menjelaskan, Program Pendidikan Jarak Jauh yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dirjen PKLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ditujukan bagi ATS berusia 16 hingga 18 tahun agar kembali memperoleh akses pendidikan dan menyelesaikan pendidikan jenjang SMA.

Baca Juga:
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Percut Sei Tuan, Suaibatul Aslamiah, mengakui proses menjaring calon peserta didik bukan pekerjaan mudah.

Menurutnya, pihak sekolah harus turun langsung ke desa-desa untuk mencari anak-anak yang memenuhi persyaratan mengikuti program tersebut.

"Keberhasilan Program Pendidikan Jarak Jauh sangat bergantung pada kolaborasi antara sekolah induk, sekolah mitra, dukungan masyarakat, serta pemerintah daerah dalam menjangkau ATS yang masih tersebar di berbagai wilayah," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Pematangsiantar, Silalahi. Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi Program PJJ dengan menyisir lebih dari 25 desa untuk mengajak anak-anak yang putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, Program PJJ dirancang dengan sistem pembelajaran yang fleksibel sehingga memungkinkan peserta didik tetap belajar meski sudah bekerja.

Namun demikian, minat ATS usia produktif untuk kembali bersekolah masih tergolong rendah sehingga diperlukan sosialisasi dan dukungan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Melalui sinergi sekolah induk, sekolah mitra, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program Pendidikan Jarak Jauh diharapkan mampu membuka kembali kesempatan belajar bagi anak-anak yang selama ini tidak mengenyam pendidikan, sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Sumatera Utara. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Video Syur Siswi SMA Diputar Lewat Proyektor di Kelas
Oknum Guru SMAN 1 Parmaksian Diduga Cabuli Siswinya
SMANKO Bengkulu Juara Futsal SMA se-Indonesia
Cabjari Pangkalan Brandan Sosialisasi Hukum di SMA Negeri 1 Besitang Langkat
Sambut Hari Guru Nasional, 28 SMA Ikut Lomba Paduan Suara di Tanjungmorawa
komentar
beritaTerbaru