Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Larang Istri Ambil Air, Suami Gali Sumur Selama 40 Hari

* Sibuk Balas SMS, Suami Ceraikan Istri yang Baru Dinikahi
- Minggu, 29 Mei 2016 15:31 WIB
322 view
Larang Istri Ambil Air, Suami Gali Sumur Selama 40 Hari
New Delhi (SIB)- Bertekad untuk menyediakan air minum untuk keluarganya setelah mereka dilarang mengakses sebuah sumur lokal, pria ini menggali sumur sedalam hampir lima meter selama 40 hari. Tajni, warga desa Kalambeshwar, negara bagian Maharashtra, India, seorang diri melakukan pekerjaan yang biasanya membutuhkan tenaga lima orang pria itu.

Pria yang sehari-hari adalah bekerja sebagai buruh kasar itu adalah warga komunitas Dalit yang selalu didiskriminasi warga dengan kasta yang lebih tinggi. Suatu hari istri Tajne, Sangita pergi ke sumur desa untuk mengambil air. Namun, di sana Sangita dimaki-maki oleh pemilik sumur dan diusir.
Peristiwa yang terjadi di saat krisis air di Maharashtra itu membulatkan tekad Tajne memberi istrinya sumur pribadi, sehingga dia tak perlu dihina saat hendak mengambil air. Dengan menggunakan perkakas yang dibelinya di kota, Tajne mulai menggali selama enam jam setiap hari, empat jam di pagi hari dan dua jam usai pulang bekerja

Di saat tiga sumur lain di desa itu telah mengering, nampaknya apa yang dilakukan Tajne itu kelihatannya merupakan pekerjaan mustahil. Bahkan warga desa lainnya mengolok-olok kekeraskepalaan Tajne dan menyuruhnya untuk berhenti menggali sumur.

Namun, Tajne pantang menyerah dan setelah 40 hari menggali, pria ini akhirnya menemukan air. Kini sumur sedalam lima meter itu siap untuk digunakan dan Tajne mengizinkan semua warga komunitas Dalit mengambil air dari sumur buatannya itu.

"Terima kasih untuk Tajne. Berkat dia kami bisa mendapatkan air sepanjang hari," kata tetangganya, Jaishree. "Tadinya, kami harus berjalan beberapa kilometer ke sisi lain desa untuk mengambil air dan terkadang kami menerima makian," tambah Jaishree.

Selain pekerja keras, Tajne juga orang yang berhati mulia. Meski istrinya dihina dan diperlakukan buruk, dia menolak menyebut nama orang yang menghina Sangita. "Saya tak perlu menyebut nama si pemilik sumur karena saya tak ingin ada masalah di desa. Saya rasa dia menghina hanya karena kami miskin dan warga Dalit," ujar Tajne. "Hari itu saya hampir menangis dan bersumpah bahwa kami tak akan meminta air lagi dari siapapun," tambah Tajne.

Saat ini, Tajne dianggap pahlawan lokal dan kisahnya menggali sumur sudah ditayangkan di berbagai stasiun televisi. Dedikasi dan kerja keras Tajne bahkan mendapatkan pujian dari pemerintah setempat dan istrinya semakin menghargai pria itu. "Saya tidak pernah membantunya hingga dia menemukan air. Sumur itu sudah sedalam lima meter tetapi dia ingin memperdalam dan memperlebarnya. Saya harap para tetangga akan membantunya," kata Sangita.
Ceraikan Istri

Malam pertama seharusnya menjadi saat yang paling dinanti pasangan pengantin baru. Namun, seorang pria Arab Saudi menceraikan istri yang baru dinikahinya justru di malam pertama. Pasalnya, pria itu kesal karena istrinya itu malah sibuk mengirim pesan singkat lewat ponsel ke teman-temannya di malam pertama itu.

Seperti dikabarkan harian Arab Saudi, Al Watan, usai menggelar pesta pernikahan di sebuah hotel di Manama, Bahrain, pasangan pengantin baru itu kemudian masuk ke dalam kamar. Namun, di dalam kamar, sang pengantin perempuan tak menghiraukan ajakan suaminya untuk melakukan hubungan seks dan malah sibuk dengan telepon genggamnya.

Saat sang suami meminta istrinya untuk meletakkan, ponselnya, perempuan itu menolak dan malah naik pitam. Demikian dikisahkan seorang kerabat pengantin pria kepada harian Al Watan. "Saat dia (pengantin pria) bertanya apakah teman-teman istrinya lebih penting ketimbang suami, si pengantin perempuan malah membenarkan," ujar kerabat itu.

Mendengar jawaban itu, pengantin pria tak bisa lagi menahan amarahnya. Keduanya lalu terlibat pertengkaran yang berakhir saat pria itu memutuskan untuk menceraikan istrinya. Kerabat pengantin pria mengatakan, gugatan cerai sudah dimasukkan ke pengadilan, tetapi pengadilan menyarankan keduanya datang ke komite rekonsiliasi untuk mencoba memperbaiki situasi.

Namun, pria yang sudah telanjur kesal itu menolak saran pengadilan dan menarik berkas gugatan sambil bersikukuh tetap akan menceraikan istrinya. Situasi ini membuat para pakar hukum di Arab Saudi prihatin karena angka perceraian di antara para pengantin baru terus meningkat. Para pakar ini mengatakan hampir 50 persen pengantin baru bercerai tak lama setelah menikah.

"Salah paham, berbeda pandangan dan terlalu mudah untuk menuju jenjang pernikahan adalah beberapa penyebab utama perceraian di antara para pasangan muda," kata Ahmad Al Maabi kepada Gulf News. "Pernikahan kemungkinan besar akan berahir dengan kegagalan jika tak ada landasan atau rasa saling percaya yang besar," tambah Al Maabi. (kps/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru