Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Demi Cuti Panjang, Pacar Meninggal Dijadikan Alasan

- Minggu, 24 September 2017 20:40 WIB
395 view
Sevenoaks (SIB) -Banyak cara agar bisa berlibur di kala tengah jenuh terhadap pekerjaan. Bisa jalan-jalan saat akhir pekan atau mungkin mengambil cuti.
Namun berbeda dengan cerita pria yang satu ini, ia mengambil cuti dengan cara yang sungguh memalukan.

Seorang guru di Fosse Bank School, Sevenoaks, bernama Matthew Watts, terbukti berbohong agar dapat cuti panjang. Ia berbohong dengan mengatakan pacarnya sakit parah. Hal tersebut ia lakukan selama 2015. Akibat perbuatannya tersebut, ia pun disidang oleh panel dari National College for Teaching and Leadership.

National College for Teaching and Leadership (NCTL) mengatakan bahwa pacar Watts selama ini jadikan alasan cuti ternyata fiktif. Watts tidak dapat memberikan bukti bahwa ia memiliki pacar yang sakit dan tetap mengaku pacarnya itu sedang tertidur.

Guru sekolah dasar tersebut mengambil cuti sepanjang Januari dan September 2015, kemudian sebulan penuh antara November dan Desember 2015 ketika dia mengklaim bahwa pacarnya meninggal. Tak hanya berbohong mengenai pacarnya yang sakit, pada suatu kesempatan dia pernah mengatakan bahwa dia sedang mengurus pacarnya di kantor polisi, namun kemudian mengakui bahwa itu adalah suatu kebohongan.

"Dia hanya perlu memberikan sedikit informasi tentang pacarnya untuk membuktikan bahwa dia mengatakan kebenaran selama ini. Namun Watts secara konsisten menolak memberikan informasi itu kepada siapa pun. Sebaliknya, dia telah berulang kali menegaskan bahwa dia harus menyimpan informasi tentang identitas pribadi (pacar) tersebut," ungkap salah seorang pihak NCTL, dikutip dari BBC, Rabu (20/9).

Watss pun membela dirinya dengan menyatakan kebohongan apa pun yang ia katakan adalah karena sikap kepala sekolah yang selalu membuat pekerjaan yang sulit untuknya dan membuatnya tidak bahagia. Matthew Watts yang tidak menghadiri persidangan pun akhirnya dinyatakan bersalah karena melakukan tindakan yang tidak profesional. Namun karena ia memiliki riwayat baik ia tidak mendapatkan larangan mengajar.

"Panel menganggap bahwa temuan kesalahan dari dirinya cukup untuk menyatakan bahwa dirinya bersalah dan untuk menekankan kepadanya bahwa guru tidak dapat mengambil cuti tanpa pemberitahuan yang jelas dan kemudian berbohong kepada atasan mereka mengenai alasannya," tukas pihak panel. (okz/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru