Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Kebahagiaan Relawan Muda PSP Foundation sebagai Pelayan Kelompok Disabilitas

- Minggu, 28 Februari 2016 19:34 WIB
446 view
Kebahagiaan Relawan Muda PSP Foundation sebagai Pelayan Kelompok Disabilitas
SIB/Dok
Sebagian relawan saat melayani kelompok disabilitas penerima kaki palsu di PSP Foundation Medan di Jalan H Ahmad Dahlan, Medan Polonia - Medan, Selasa, (23/2).
Medan (SIB)- Motivator Sugeng Siswoyudhono yang berjuluk pahlawan berkaki palsu, Selasa (23/2), bercengkerama dengan 50-an penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Sumatera Utara di Prananda Surya Paloh Center (PSP) Medan di Jalan H Ahmad Dahlan, Medan Polonia - Medan. Kehadiran pria berusia 46 tahun asal Mojokerto, Jawa Timur, itu dimaksudkan mengukur fisik penerima kaki palsu. Ia berbagi inspirasi bagaimana mengubah keterbatasan menjadi pahlawan, seperti apa yang dilakukannya.

Bersamaan dengan sang pencerah, terdapat belasan relawan muda PSP Foundation. “Mereka bekerja ikhlas dan sukarela untuk kemajuan bersama. Sentuhan hati tersebut membuktikan, sebagai mahkluk ciptaanNya, ada kasih yang tak terputus,” ujar Ketua PSP Foundation Medan Gandhi Febraska Manurung sambil bilang kegiatan yang difasilitasi PSP Foundation itu terselenggara atas kerja sama dengan Kick Andy Foundation. “Hasil pengukuran sekarang, Maret 2016, diserahkan hingga penerima dapat beraktivitas sempurna!”

Relawan mengarahkan kelompok disabilitas. Mulai untuk pengaturan tempat, sendau-gurau hingga urusan sangat pribadi seperti hendak ‘ke belakang’. Para relawan umumnya masih menimba ilmu di bangku kuliah. Tetapi, ada pula seniman seperti Poltak Simanjuntak dari Pematangsiantar.

Pemilik galeri seni megah di kota pelajar itu mengaku tertantang menjadi relawan kemanusiaan. Ada pula Yuanita, Wina Simanjuntak, Robinson A Tamba, Sondang Pangaribuan, Nabila Tarigan, Kartini Sitohang dan Eva Ramadhani.

Terjun menjadi relawan didasari ingin melayani. Semula tergerak menyaksikan perjuangan Sugeng Siswoyudhono. Meski berkaki satu, aktivitas sosialnya luar biasa. Bahkan tercatat sebagai atlet lari marathon. “Apa yang kami lakukan kali ini, hanya seujung kuku dari apa yang sudah diperbuat orang-orang berhati mulia seperti Prananda yang menanggung semua biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan sosial  berkesinambungan,” ujar seorang relawati. “Kami juga harus membantu, semampunya!”

Ali Sadikin, Ketua Yayasan Kick Andy,  menyambut positif tingginya minat masyarakat yang hadir. Menurutnya, dari data panitia, hanya 17 orang yang akan mengikuti pengukuran tapi nyatanya berkelipatan. "Saya berharap yang hadir saat ini bisa ikut membantu yang lainnya," kata pria yang datang dari Jakarta demi suksesnya kegiatan tersebut. (R9/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru