Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Cuma Berdoa...

* Riza Tighan - Medan
- Minggu, 13 Maret 2016 16:00 WIB
231 view
Aku tertegun dengan ragam perkembangan dunia yang dikirim melalui dunia maya. Ada berita dari Dubes Vatikan untuk Jazirah Arabia Selatan tentang insiden yang menimpa 4 Biarawati Katolik dari Kongregasi Suster Misionaris Cinta Kasih di kota Aden, Yaman. Dari dalam negeri, ada hal yang mengkhawatirkan bersumber dari intoleransi.

Tema tersebut sempat kami diskusikan saat pertemuan orang muda Katolik di Gereja Katolik Paroki St Antonius Padua Medan. Tidak sedikit mengecam tapi aku makin resah karena tidak dapat berkontribusi untuk mencegah. Apalagi insiden sudah terjadi.

Pertemuan tersebut pun berakhir dengan kesepahaman bahwa sebagai umat beragama dan mengaminkan Yesus Kristus sebagai jalan kebenaran, kami menutup dengan berdoa.

Kawan-kawan bilang doa hanya ditujukan pada para arwah yang menghadapNya dengan berpegangĀ  sesuai keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan. Aku mengaminkan bahwa Yesus adalah satu-satu jalan keselamatan abadi. Tetapi, ujarku, sebagai umat beragama, doa dan permohonan padaNya juga dipanjatkan bagi seluruh mahkluk ciptaanNya, temasuk oknum yang saat ini masih menyakiti sesamanya.

Ketika permintaan tersebut kuajukan, protes dari kawan-kawan berdatangan. Yang menolak bilang, siapa yang menyakiti sesama, tidak perlu didoakan karena di hati yang bersangkutan telah berdiam iblis. Namun aku ngotot, doa justru dipintakan agar kuasaNya membuka hati semua orang untuk menciptakan kedamaian di dunia.

Bagiku, andai sekarang kelompok atau individu dimaksud masih berbuat tidak pada tempatnya, mungkin sedang dalam proses menuju perubahan dan pertobatan. Di titik tersebutlah doa harus semakin dimaksimalkan, yang dengan harapan kuasaNya mengubah semuanya.

Kami lama berdebat soal itu hingga doa bersama belum juga dimudahkan. Khawatir semakin panjang membuang waktu, aku mengalah. Kami berdoa bersama sesuai intensi semula. Tetapi doakuĀ  kupanjatkan untuk semua orang, termasuk untuk orang yang telah menyakiti sesamanya.

Sampai di rumah, aku dapat kabar Nini Tigan dipanggilNya. Cepat-cepat aku berdoa lagi untuk orangtua dari orangtuaku yang kucintai itu.

Selamat jalan Nini Tigan....

Tuhan engkelengi kam. (c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru