Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Cerpen

In To Eksisku

* Karya: Juwita Christina Sirait - Medan
- Minggu, 13 Maret 2016 16:07 WIB
524 view
Sebuah album biru berisi foto kami berlima, mengingatkanku pada ke empat sahabatku yang sekarang sudah mengejar impian masing masing termasuk aku. Dulu kami ada berlima Winda adalah orang paling pintar satu sekolah, Tina orang yang termasuk kategori centil, Sony  adalah laki - laki yang sangat pintar bermain musik, Junita  adalah teman perempuanku yang tomboy dan Bob adalah teman paling tampan yang pernah kumiliki. Dalam persahabatan kami, diam - diam Sony menaruh rasa suka kepada winda yang tak pernah berani ia ungkapkan .  Kami menyebut diri kami sebagai IN2XSE ( in tu eksis) tulisan di tas Bob yang sengaja kami buat untuk panggilan kelompok kami. Kami sekolah di sekolah yang sama dan hanya Sony yang berbeda kelas. Kami semua XII- IPA 1 dan Sony XII- IPA 3. Kami juga les di tempat yang sama. Sebuah tempat les yang mengajarkan kami banyak ilmu. Bukan hanya ilmu tentang matematika sains atau sejenisnya tetapi motivasi - motivasi kami untuk mencapai cita - cita kami. Setiap Sabtu sore kami selalu menyempatkan waktu saling sharing tentang masalah apa pun itu. Tentor kami adalah tentor yang harus diacungin jempol. Kami menyebutnya dengan Brother Desmon. Orangnya pintar, baik hati dan pastinya selalu sabar menghadapi karakter kami berlima.

Oh iya nama tempat les kami adalah  "Bina Kasih". Hampir setiap hari kami menghabiskan waktu kami di sini. Boleh di bilang kenangan kami paling banyak di sini. Tepat jam 19 : 30 waktunya les selesai. Dan kami semua akan pulang menuju rumah masing masing. Tetapi kami punya kebiasaan setiap pulang les.
Pertama kami harus singgah di rumah Junita, lalu melanjutkan perjalanan ke rumah Bob dan pasti beli martabak. Karena rumah Junita dan Bob jaraknya hanya beberapa ratus meter Junita juga harus ikut ke rumah Bob. Setelah itu baru kami melanjutkan perjalan kami ke rumah masing - masing .

Akhirnya tiba pengumuman kelulusan SMA dan disusul dengan kelulusan jadi anggota baru di PTN. Kami semua kumpul di tempat les kami begitu juga dengan tentor kami yang selalu ada buat kami. Semua hening .

***
"Aku nggak tahu sekarang bagaimana,” kata Winda membuka percakapan. “Satu sisi aku senang akhirnya aku dapat beasiswa ke luar negeri tapi harus meninggalkan kalian dan harus beradaptasi dengan orang baru. Ternyata sekarang kita semua akan berpisah kita nggak akan bisa lagi dalam ruangan yang sama di kelas.

Aku juga,” sambung Bob. Aku lulus di sekolah penerbangan dan mungkin aku nggak akan menemui orang seperti kalian yang selalu ada buatku. Orang yang marahin kalau aku salah. Pokoknya kalian yang terbaik,” kata Bob dengan mata berkaca - kaca.

Begitu juga denganku. “Aku lulus di sekolah musik akhirnya aku dapat mengembangkan kemampuan ku, tapi kalian tenang saja aku tak akan lupa dengan kalian kita berlima adalah IN2XSE ( kami biasa menyebutnya in tu eksis).

Junita diterima di perguruan tinggi di Bandung dan Tina diterima di Medan. Tiba - tiba brother Desmon bilang ingat hari ini bahwa kalian lima ada di sini sekarang telah diterima di jurusan yang kalian inginkan dan tentunya saya sebagai orang yang mengajar kalian bangga akan kalian berlima dan brother nggak akan lupa sama kalian, kata Brother. Baiklah sekarang mari kita rayakan kelulusan kita,” ajak Brother yang ternyata telah menyiapkan makanan kecil untuk pesta kelulusan kami dan tak ketinggalan Tina mengelurkan kamera dan semua kenangan akan diabadikan. Akhirnya pesta kecil usai dan kami akan pulang ke rumah masing masing dan akan berkemas untuk besok akan berangkat.

***

Akhirnya 4 tahun berlalu .

Junita, Bob, Sony dan Winda harusnya sudah menyelesaikan kuliah mereka gumam Tina dalam benaknya. Kemana mereka?  Mereka janji nggak akan lupa  Dihubungin juga nggak diangkat apa mereka ganti nomor handphone ya? Sudahlah gumam Tina. Mungkin mereka sudah lupa dengan ku. Padahal ulang tahunku sebentar lagi, biasa juga mereka ucapin selamat ulang tahun lewat Videocall .

Tepat tanggal 27 Tina berulang tahun. Dia hanya berharap kalau sahabat sahabatnya pasti bilang selamat ulang tahun tapi hasilnya nihil. Tak ada satu pun yang menelponnya. Sudahlah, gumam Tina. Mereka memang sudah lupa .

***
Jam menunjukkan arah jam  23 : 58 ketika hendak tidur pintu rumah Tina diketuk - ketuk dengan sangat kencang. Tina keluar kamar tetapi takut karena kebetulan dia sendiri di rumah .

Ya ampun siapa jam segini mengetok pintu kamar? kesalnya dengan rasa khawatir. "Siapa? Tanya Tina.

Tak ada jawaban hanya suara ketukan pintu yang terus menerus . "Siapa di sana? tanya Tina lagi. Masih tetap sama tak ada jawaban.

Akhirnya Tina memberanikan diri membuka pintu dan ….

“Surprise selamat ulang tahun Tina, kata Winda sambil membawa tart. Ternyata ada Winda , Junita , Bob dan Sony . 

"Kalian ternyata,” kata Tina sambil menangis. “Kalian jahat kenapa nggak angkat telfon aku? Kenapa nggak balas sms ku? Kalian jahat,” kata Tina.

Udah dong sayang jangan nangis sambung Junita. Sekarang tiup lilinnya buat permohonan ya.

Tina berdoa usai meniup lilin. Yee kita makan tartnya kata Sony sambil mencolek wajah Tina dengan coklat tartnya. Akhirnya perang dimulai dan berakir dalam 15 menit .

Makasih ya buat kalian semua.

Ini adalah kejutan yang pertama buatku dan paling aku ingat. Kalaupun aku lupa pasti aku sudah pikun kata,” Tina.

Makasih ya,” kata Tina. Sekali lagi kalian memang sahabat terbaikku.  Tapi ini semua ide Bob,” kata Winda. Kok bisa? tanya Tina?  Gini Tin sebelum aku berangkat kamu ingat nggak pas kita kumpul terakhir? Diary kamu ketinggalan, nah aku susul ke rumah kamu besoknya. Kamunya udah nggak ada. Aku baca diari kamu dan ya ini salah satu permintaan kamu kami kabulin,” kata Bob. 

Ini diarinya kata Bob sambil menyodorkan diarinya. Ya ampun udah lama aku cari ternyata udah berkelana ke kamu Bob kata Tina. Maaf ya Tin aku baca kata Bob.  Ya udah nggak apa-apa kok asal udah dibalikin,” kata Tina.  “Sekarang kita udah kumpul semua setelah empat tahun nggak ketemu,” kata Tina.

Oh iya kalian harus kasih selamat sama Winda kata Sony. Win selamat ya kami memberi selamat sama Winda . Kasih selamat sekali lagi kata Sony. Buat apa? kata Junita.

Winda baru jadian dua bulan lalu. Kalian nggak tahu kan,” sambung Sony . “Sama siapa? kata Tina. Tanya sama Sony kata Winda.

Siapa Son? tanya Tina penasaran. Kita berdua baru jadian dua bulan lalu. kata Sony.

Ya ampun kalian berdua, kata Bob.

Seketika ketawa terbahak - bahak memenuhi ruangan rumah Tina.

Kita berlima harus janji kalau persahabatan kita nggak akan pernah berakhir. Aku sayang kalian kata Winda sambil memelukku dan disusul dengan pelukan dari yang lain. Dan kami selamanya Sahabat. (l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru