Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Audri Syahrani Ingin Juara Lari Bila Terima Kaki Palsu

- Minggu, 13 Maret 2016 16:10 WIB
564 view
Audri Syahrani Ingin Juara Lari Bila Terima Kaki Palsu
SIB/Dok
Suasana pengukuran kaki palsu di PSP Foundation Jalan KH Ahmad Dahlan Medan, Selasa (23/2).
Tebingtinggi (SIB)- Audri Syahrani ingin juara lari bila nanti sudah menerima dan memakai kaki palsu. Alasannya, sejak kecil belum pernah berlari sendiri secara mandiri. "Kalau jalan, kan sudah pernah meski harus juga dituntun," ujar Wildawaty, ibu Audri, Jumat, (11/3). Perempuan yang tak pernah lekang jarak secara psikis dan fisik dari Audri itu pun berkeinginan menyekolahkan buah hatinya tersebut. "Jika semuanya sudah lengkap, pasti sekolah. Apalagi, bila melihat adiknya berangkat dan pulang sekolah, Audri minta ke sekolah juga."

Sebagaimana diketahui, puluhan penyandang disabilitas mendatangi kantor Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation Jalan KH Ahmad Dahlan Medan, Selasa (23/2). Kelompok berkebutuhan khusus itu hadir untuk mengikuti pengukuran kaki palsu yang diselenggarakan PSP Foundation bekerjasama dengan Kick Andy Foundation.

Ketua PSP Foundation Gandi Febraska Manurung mengatakan ratusan orang mendaftar dan diseleksi. Hasilnya, lebih 50 orang beroleh rekomendasi untuk pengukuran kaki palsu, langsung dilakukan Sugeng Siswo yudono yang merupakan pembuat kaki palsu dan juga penyandang disabilitas asal Jawa Timur.
“Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Pertama pada rumah aspi rasi PSP yang diikuti sekitar 65 penyan dang disabilitas. Pastinya PSP dan Kick Andi Foundation akan terus berlanjut dengan membuka pendaftaran selanjutnya,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk pembagian kaki palsu berlangsung pada Maret yang diserahkan  anggota DPR RI Prananda Surya Paloh dari Fraksi Partai NasDem. “Pembuatan kaki palsu ini ditargetkan selesai dua minggu.”

Dari penerima tersebut, ada cewek imut, familiar dengan senyum. Audri lahir di Jakarta pada 29 Juni 2002 sebagai putra pertama pasangan Tito Aduar Siregar - Ny Wildawati. Meski berumur belasan, namun Audri terlihat masih seperti bocah. "Lahirnya normal, bahkan sempat jalan ditatah-tatahlah," cerita ibunya sambil mengatakan awal sakit karena panas tinggi tapi kemudian sembuh.

Dalam perjalanan selanjutnya, dalam upaya memberi yang terbaik pada anaknya, Wildawaty ikut imunisasi namun sepulang dari kegiatan itu, Audri sakit lagi sampai kejang. Segala upaya dilakukan tapi belum maksimal. "Audri bisa beraktivitas di atas kursi roda," tambah abang Wildawaty, yang berinisiatif mendaftarkan Audri beroleh kaki palsu gratis dari PSP Foundation, seperti dilaporkan MetroTvNews.com.

Pria yang bermukim di Padanghilir, Tebingtinggi itu mendukung apapun upaya agar Audri bisa seperti rekan sebayanya.

Selama ini, Audri dapat pelayanan di Jakarta. Namun, karena orangtuanya lebih ingin mendekatkan Audri dengan lingkungan keluarga lebih familiar, berinisiatif pulang kampung. Wildawaty kini berdagang jajanan bocah di Selesai, Langkat. Audri pun mendampingi ibunya dalam upaya menambah ekonomi guna menopang pendapatan ayahnya, yang sopir. "Audri anak yang baik!"

Meski Audri masih dalam keterbatasan, namun perhatiannya tinggi pada adiknya, Nisya Alivia yang kelas VI SD dan Nayla yang kini berusia 6 tahun. "Kalau adiknya sekolah, Audri ikut mendorong adiknya untuk cepat berangkat. Bila pulang, Audri juga yang menyambut," tutup Wildawaty. (T/R9/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru