Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Ulang Tahun Berkah

* Niel Siregar - Medan
- Minggu, 20 Maret 2016 16:23 WIB
259 view
Kalau ada pertanyaan, kenapa pada hari Jumat tanggal 18 Maret 2016 aku seperti manusia supersibuk di dunia, yang bertanya berarti tahu isi hatiku. Saking sibuknya aku sampai tidak tahu apa yang harus kuprioritaskan untuk diselesaikan. Sejak sehari sebelumnya, aku nyaris seperti orang linglung. Gak tahu harus berbuat apa.

Pikiranku terfokus pada hari ulang tahun papaku, orang yang paling kukasihi saat ini. Beda dengan hari-hari sebelumnya. Aku seperti anak seribu pulau, alias tak punya tempat berteduh. Tak ada rasa damai dalam hatiku. Tengoklah status-statusku di jejaring sosial. Sepertinya aku sedang berhadapan dengan hari menjelang kiamat. Ya, aku merasa seperti manusia tak punya jejakan kaki di bumi.

Papaku selalu menempatkan aku sebagai prioritas yang kesekian. Yang utama tentu adikku. Bukan hanya yang terutama tapi prioritas paling dan paling utama. Tak hanya menempa aku sebagai yang kesekian tapi selalu terabaikan. Aku kadang merasa bukan bagian dari keluargaku. Di situlah aku merasa sedih. Perih... kok aku terus dipojokkan tapi kali ini semua rasa itu kupendam. Buang jauh-jauh.

Aku ingin membuat sesuatu di hari istimewa pria yang menjadi kembaran utamaku di dunia ini. Rasanya ingin membeli barang paling berharga yang diinginkannya.

Mobil? Hahaha dari manalah duitku. Soalnya, gaji masih pas-pasan. Kalau beli tart ulang tahun... ah, sudah biasa. Cewek saja saat aku ulang tahun memberi blackforest superlezat. Aku tahu makanan kesukaan papaku, tapi tidaklah mungkin kubeli BPK sekilo untuknya. Soalnya, aku takut papaku semakin gemuk dengan kolesterol berlebih.Sepanjang hari aku keliling-keliling Medan.

Cuma untuk mencari barang spesial sebagai hadiahku. Tak sadar, aku sudah hampir terlambat masuk kerja. Cepat-cepat aku menyelesaikan pekerjaan seharian. Saking banyaknya, waktuku habis semuanya. Saat serupa, aku juga ingat, adikku yang selalu berseberangan pikiran denganku, berulang tahun.

Aduh... makin pening kepalaku karena memikirkan hadiah untuk adikku. Saking bingung mencari kado, pergantian hari tak dapat kutunda. Hadiah untuk papaku belum juga kubeli. Aku cuma dapat mengucapkan melalui jejaring sosial. Harapanku ulang tahun kali ini lebih berkah hingga ke depannya.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru