Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Sebatas Sahabat Sampingan

* Alprida Yanti Pasaribu, SMA Swasta Panti Harahap, Lawe Desky, Aceh
- Minggu, 24 April 2016 19:41 WIB
363 view
Selama ini kupikir bersahabat itu dilandasi keikhlasan, tanpa ada niat lain selain berteman. Tetapi tidak dengan aku yang berkawan dan Lala dan Sami.
Kami bertiga satu sekolah, bahkan sekelas. Sepanjang hari dalam menuntut ilmu, selalu bersama. Saking dekatnya berteman, rekan-rekan lain menjuluki kami tiga serangkai.

Tetapi aku merasakan berbeda. Apalagi sejak menjelang ujian tengah semester menyongsong Ujian Nasional. Aroma persaingan semakin terasa.
Duduk bertiga mengikuti pelajaran tapi ketika ulangan, justru saling intip. Biasanya, kami selalu bersama mengerjakan tugas dan menyiapkan diri. Kemarin aku merasa disakiti.

Mulanya karena aku tidak mendengar apa yang dijelaskan guru di depan kelas. Ketika kucari tahu, Lala bilang dirinya pun tidak tahu. “Lagian, kamu itu kan pintar. Kok takut sama kami!”

Aku jadi terdiam. PadaNya aku minta dikuatkan. Aku pun menekan perasaan semaksimalnya. Kupikir, percuma saja berkawan tapi ternyata seperti api dalam sekam. Aku seperti sahabat sampingan, cuma pelengkap penderita.

Meski demikian, aku tetap terbuka. Maksudnya, tetap berlaku seperti biasa. Bahkan menawarkan waktu belajar bersama. Kedua sahabatku mengiyakan tapi tetap saja melupakan kesepakatan.

Ya, sudah. Kupikir tidak ada gunanya memikirkan soal-soal yang dapat mengganggu konsentrasi belajarku. Aku pilih belajar sendiri.

Ketika ujian, kulihat keduanya membutuhkan bantuan tapi saat kutawarkan, justru ditolak. Tetapi, pelan-pelan Lala dan Sami minta bantuan melalui sahabat yang lain.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menunjukkan  hasil pekerjaan. Keduanya melihat secara terbuka. Langkah tersebut membuat ketegangan di antara kami mencair.

Saat pengumuman ujian dilakukan, aku dapat juara 6. Kedua sahabatku justru berada di urutan 2 dan tiga. Aku tak kecewa dengan posisi itu tapi orangtuaku yang marah karena mengapa Sami dan Lala bisa di atasku.(r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru