Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Ayahku Tetap Membantuku dari RumahNya

* Curhat Helen Naomi Sianturi, Pulau Rakyat Tua - Asahan
- Minggu, 15 Mei 2016 16:56 WIB
432 view
Setahun ayahku dipanggil ke rumah Bapa. Setahun pula hatiku masih tertikam sedih. Bedanya, jika pada awal-awal ayah pergi untuk selamanya, aku bersama mamak dan adikku, selalu menangis bersama. Berangkulan meraung kayak paduan suara. Sekarang, aku tidak mau lagi begitu karena kurasa semakin memberatkan perasaan.

Jika rinduku tidak tertahan, aku ziarah ke makam ayah. Di sana kutumpahkan seluruh kepedihan hati. Atau, jika malam dan mamak serta adik sudah tidur, aku mememanjatkan doa sambil menangis. Karena takut ketahuan, aku membenamkan wajah ke bantal.

Meski mengikhlaskan, sampai saat ini aku belum menemukan jawaban, kenapa Bapa Yang Mahabaik itu begitu cepat memanggil ayah. Banyak orang bilang, karena Si Empunya ayah lebih sayang pada orangtuaku hingga lebih cepat memanggilnya. Tetapi, tahukah orang-orang bahwa sepeninggal ayah, hidup kami hampir porak-poranda.

Berapalah hebatnya usaha seorang perempuan seperti mamakku dalam berupaya menghidupi anak-anaknya. Aku pun ikut mengurangi beban mamakku dengan membantu di rumah tetangga. Cara itu bukan sebagai beban buatku tapi jika memikirkan adikku.

Ia tidak dapat lagi membeli makanan kesukaannya seperti saat ayah masih ada. Bahkan ketika sepedanya bocor, tidak lagi bisa langsung menempel karena harus menunggu mamak gajian. Akulah yang meminjam uang pada kawan.

Meski harus menahan malu, bagiku tidak apa-apa asal kereta angin adikku bisa digunakannya untuk transportasi ke sekolah. Sepeda itu pun satu-satunya jadi alat mengisi waktunya, main-main.

Begitu tahu aku yang mengusahakan menambal ban kendaraannya, adikku riang bukan main. Dari balik jendela kamar, aku menitikkan air mata menyaksikan adikku berdoa di samping kendaraannya, di bawah pohon di seberang jalan.

Usai berdoa, aku langsung berlari memelukkan erat. Langsung kutanyakan apa saja doanya. Adikku bilang, minta padaNya agar mamak dan aku diberi limpahan rezeki karena telah menjadi saluran berkat memperbaiki kendaraannya. Kusarankan padanya, doa yang paign utama adalah agar ayah ditempatkan di tempat terindah dalam pangkuanNya. Bila posisi itu sudah ada, dari surga abadi, ayah tetap membantu mamak, membantuku dan membantunya sebab kuasaNya tidak ada yang mustahil. Amin.(r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru