Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Pemuda Gereja Harus Disterilkan dari Narkoba

- Minggu, 29 Mei 2016 14:50 WIB
786 view
Pemuda Gereja Harus Disterilkan dari Narkoba
SIB/Dok
Gembala Sidang Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tanjungsari Pdt Arisman Parhusip SE MM bersama Pemuda Gereja usai dialog interaktif Pemuda Gereja dan Narkoba di Aula Gereja Pentakosta Indonesia Jalan Setia Budi Tanjungsari Gang Horas, Medan, Sabtu, (28/
Medan (SIB)- Pemuda gereja harus disterilkan dari narkoba. Sasaran peredaran gelap barang haram tersebut, sekarang, justru ke kelompok yang selama ini dianggap steril, seperti rumah-rumah ibadah. "Di Medan, pemuda gereja sudah terkontaminasi narkoba," tegas Ketua Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) Sumut Johannes Siregar STh MPdK dalam dialog interaktif Pemuda Gereja dan Narkoba di Aula Gereja Pentakosta Indonesia Jalan Setia Budi Tanjungsari Gang Horas, Medan, Sabtu, (28/5), yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut. "Di Jawa, Mensos membentuk Santri Satgas Antinarkoba. Di lingkungan gereja, harus ada laskar serupa!"

Sesuai pengalamannya, baik sebagai gembala jemaat maupun sebagai pendamping korban, Johannes Siregar bilang, banyak pemuda gereja yang terlibat bahkan menjadi pasien rutin panti rehabilitasi bahkan rumah tahanan. "Kondisi ini yang harus diputus!"

Gembala Sidang Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tanjungsari Pdt Arisman Parhusip SE MM mengatakan, diakui atau tidak, kejahatan melalui narkoba mengancam bahkan sudah masuk ke organ gereja. "Itulah sebabnya kegiatan dilaksanakan dan menjadi kesatuan dari aktivitas pemuda gereja!"

Menurutnya, tugas gereja, meningkatkan iman generasi muda pada Yesus Kristus yang diakui sebagai satu-satunya jalan menuju padaNya. "Sebab Yesus Kristus itu suci dan individu yang berhak menjadi bagianNya adalah suci bersih, maka generasi muda gereja harus menyucikan diri pribadi dari hal duniawi khususnya narkoba," tegas Pdt Arisman Parhusip sambil mengucapkan terima kasih pada AKBP Magdalena Sirait SSn yang memfasilitasi kegiatan.

Dihadiri para pemuda gereja, ketua panitia kegiatan St NE Sitorus SPsi mengatakan, acara dimaksudkan untuk preventif agar lebih maksimal pencegahannya. Didampingi sekretaris Marlundu Lumbanraja, bendahara Astriana Sinaga, Maslon Hutabalian, Lisbet Siahaan, Hendra Lumbanraja, St NE Sitorus mengatakan, dialog interaktif antinarkoba adalah satu dari ragam kegiatan yang diadakan Gereja Pentakosta Indonesia

Di ujung kegiatan dengan pembicara lain Soritua Sihombing MPd itu, diadakan dialog kritis dengan sejumlah penanya di antaranya, Santun Lumbanraja, Apriyanti dari Unika St Thomas Medan, Hervi Nababan dari GBI Padangbulan, Erviani Sinaga. Menutup kegiatan diserahkan sertifikat pada perwakilan Tumona Sinaga dan Triani Sitorus oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sumut Fitri.

Sebelumnya, di Auditorium USU, Selasa, (24/5), Rodinda Marsha Ruth Hutabarat SKed mengatakan, sebagai generasi muda gereja, sangat sayang jika waktu muda diisi dengan hal negatif apalagi sampai pada narkobaan. Menurut boru pasangan tokoh gereja GKPI Marnix Sahata Hutabarat - dr Rointan Simanungkalit SpKKCK itu, dalam pergaulan kehidupan modern khususnya di kota besar, narkoba (mungkin) dianggap sebagai gaya hidup. "Tetapi, yang namanya pemuda gereja, harus bersih dan steril dari hal terkait penyakit sosial dunia. Generasi muda gereja justru harus menjadi solusi dan bukan jadi bagian penyakit," tegas perempuan yang meraih nilai cum laude di FK-USU Medan tersebut.

Atas prinsip itulah membuat adik dari dr Margareth Raisa Magdalena Hutabarat itu ingin membaktikan pengetahuannya pada orang banyak. Misalnya, mengikuti program ekstension, Rodinda memilih wilayah pengabdian di Indonesia Timur karena ingin melayani sesama. Konsekuensinya, selama 1 -2 tahun berpisah dari orangtua. "Tidak apa-apa berpisah fisik sebab batinku dengan orangtua tetap menyatu," ujar cewek yang menyemangati langkahnya dengan kidung Selidiki Aku yang dipopulerkan Nikita dan Ya Tuhan Tiap Jam dari Kidung Jemaat 457 tersebut.

Nanti, jika rencana pribadi yang dikonsultasikan dengan orangtuanya dijalankan, Rodinda optimistis akan meraih kesuksesan karena terus berpegang padaNya. "Karena aku tetap menatap wajahNya," ujarnya sambil memaparkan isi Mazmur 27: 8 Hatiku mengikuti firmanMu: Carilah wajahKu; maka wajahMu kucari, ya Tuhan. (Rel/R9/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru