Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Kebahagiaan Terakhir Bersamanya

* Bobby Hermawan - Medan
- Minggu, 12 Juni 2016 16:09 WIB
319 view
Kebahagiaan Terakhir Bersamanya
Ziarah ke Tanah Suci kali ini punya makna sangat aman dalam bagiku. Begitu sempurna. Apalagi ketika tiba di Tanah Air dan seorang diri berada di samping jasad orangtuaku. Drs Ronald Hutabarat MSi.

Aku jadi seperti membuka album berisi semua perjalanan sepuluh hari, 8X24 jam di antaranya khusus menyusuri perjalanan Yesus Kristus. Tetapi yang paling berkesan ketika hendak berdoa di Gereja St Anna dan Kolam Betesda.

Mulanya kami berada di lobi hotel untuk persiapan berangkat. Gitaris Yohannes Binowo memanjatkan pujian didampingi tour leader Ps Andy Manik dari Getsemani Utama Tour & Travel yang Gembala GBI Kol SwissBell In Jalan Surabaya Medan. Kami sama-sama memuliakanNya. Aku duduk berhadapan dengan papa. Aku melihat wajahnya sangat teduh. Tetapi, rasanya papa kok jauh sekali, seperti berada dalam ruang yang dipenuhi malaikat. Sementara aku tetap di Bumi.

Saat itu, kupikir hanya perasaanku saja. Seketika pula bibirku terkunci, yang padahal semula ingin kuutarakan.

Ketika berada di Gereja St Anna, rombongan diproteksi. Untuk masuk ke dalam, per gelombang sesuai kewarganegaraan. Rombongan masuk lebih dulu karena di lokasi yang pernah menjadi tempat Perang Salib itu masih sepi. Di dalam kami bermadah bakti, menyenandungkan pujian.

Hanya dalam hitungan satu kedipan mata, tiba-tiba kurasa di sekeliling kami penuh manusia dan semuanya sedang mengangkat tangan kemuliaanNya. Aku menatap papa lagi. Ia kulihat begitu khusyu berdoa dengan lagu-lagunya.

Aku menangkap betapa bahagianya papa saat itu. Tengoklah di bibirnya yang terus berhias senyum. Sorot matanya yang teduh. Gurat di raut wajahnya seperti tak ada, minimal sangat samarlah. Wajahnya berseri, seperti baru terbasuh embun surgawi.

Sekali lagi, aku merasa terjarak jauh darinya. Papa seperti dikeliling bala tentara surga. Sementara aku merasa mencegah di bumi.

Ziarah suci usai. Uniknya, meski baru tiba di Indonesia dan berhadapan dengan tugas bejibun, rasanya aku ingin kembali berdoa di makamNya. Memohonkan berkah dan berkatNya.

Berjarak beberapa hari, papa dipanggilNya. Saat ini aku baru merasa bahwa muzizatnya sangat nyata di kehidupanku. Dan papa, kini benar-benar menuju rumah Bapa di surga.

Sampai bertemu di keabadianNya. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru