Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Santri di Pesantren Al Kautsar Al Akbar Diajar Menyayangi Seluruh CiptaanNya

- Minggu, 26 Juni 2016 15:39 WIB
1.790 view
Santri di Pesantren Al Kautsar Al Akbar Diajar Menyayangi Seluruh CiptaanNya
SIB/Dok
SANTRI: Tim pembina Dra Hj Nuraini SB yang mengasuh Sekolah Luar Biasa (SLB) C Muzdalifah bersama rombongan Transvision Peduli diabadikan bersama para pendakwah yang mengajar dan membimbing anak-anak untuk menjadi santri yang berkualitas, baik SDM maupun
Medan (SIB)- Santri Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Timur Medan, Sumatera Utara diajar dan diajak menyayangi sesama makhluk ciptaanNya. "Arti ciptaanNya adalah semua isi dunia. Apalagi sesama manusia, baik yang beragama Islam maupun yang lainnya," jelas KH Syech Ali Akbar Marbun, pimpinan dan pengasuh pondok yang berdiri tahun 1985.

Dengan konsep itu, lanjutnya, pihaknya terbuka pada siapa saja yang mau datang. Saat itu, Sabtu, (25/6), pimpinan pesantren yang diasuh oleh Rais Syuriah Nahdhatul Ulama (PBNU) itu didampingi sejumlah ulama termasuk Muhammad Zain Al-Hudawie.

Pelajaran dan penebalan iman selama Ramadan 1437, ditingkatkan. Menurutnya, selain menggunakan kurikulum yang berlaku nasional, diberi kelas tambahan untuk pelajaran-pelajaran pesantren seperti Tafsir, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Akhlaq, Tauhid, Nahwu, Shorof, Balaghoh dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler guna menyiapkan SDM. Sejumlah kegiatan seni juga diadakan termasuk baris-berbaris dan Pramuka. Menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, juga diajarkan teknologi informasi berbasis internet sehat. "Dari sebutan santri, berarti warga pesantren. Di sini, selain harus memahami pelajaran sesuai kurikulum Kemenang dan Kemendikbud juga harus memahami porsi internasional," tegas pria yang disapa Buya itu sambil mengatakan tiap tahun pihaknya mengasuh 700-an santri aktif.

Pesantren yang telah meluluskan santri sebanyak 23 angkatan tersebut membina jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Selain di Medan, pesantren mengasuh santri di lokasi cabang di Lae Toras, Tarabintang, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di daerah yang dulunya bagian dari Tapanuli Utara ini, Pesantren Al Kautsar Al Akbar memiliki jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah.

Di daerah tersebut, pria yang disapa Buya itu punya hubungan erat dan emosional. Dari kedekatan dengan orang-orang dengan ragam kepercayaan membuatnya semakin lebur. "Itu sesuai dengan realisir semangat menyayangi sesama ciptaanNya," jelas pria yang dilahirkan di Siniang, Pakkat, Humbang Hasundutan. "Jadi, tidak ada perlakuan memerhatikan sesama karena sama latar belakang. Al Quran mengajari manusia menyayangi sesama!"

Kejamakan santri di dunia ini yang mengenyam pendidikan di Makkah, Buya pun demikian bahkan pernah mendapat beasiswa hingga belasan tahun menimba ilmu di Arab. Sebelumnya, Buya mondok di Pesantren Musthofawiyah Purba Baru Mandailing, Mandailing Natal, Sumut. (R9/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru