Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

P u i s i

- Minggu, 10 Juli 2016 17:56 WIB
362 view
P u i s i
Rapuh
Aku lalang layu di tepi sungai
Membelai kaku tak terarah terhembus
Bukankah kayu itu!
Terjerat rapuh tak berdaya...
Menebar senyum manisku
Pandangan suram sebeku hati
Tak kunjung aku dapatkan
Mungkin tak pantas?
Tatap diam melambai kaku
Lepaskan dari manis yang terjerat
Tergores terlalu manis di tempat itu,
Tempat penuh keindahan hati
Tempat tak seharusnya.

Marlina SK Manurung, SMAN 1 Siantar Narumonda

Cinta
Cinta...
Kau hadir dengan sejuta harapan
Segenggam impian dan kebahagiaan
Menjanjikan canda dan tawa penuh bahagia
Tapi mengapa harus luka yang kudapat
Kepedihan hati yang tak terobati
kini kau telah pergi
Tanpa kau peduli tentang perasaanku
Semua telah rapuh dan hancur
Ditelan waktu dan sisa usiaku.

Perantika Marpaung, SMA Nasrani 2 Medan.

Senin
Senyumlah menyambut hari baru
Rianglah menyapa teman baru
Jangan sia-siakan hari baru karena hari baru tak selamanya menyenangkan.

Meisya Simanjuntak, SMP Budi Murni 3 Medan.

Angin
Daun menari-nari,
Rumput-rumput bergoyang
Seakan berputar-putar
Mengelilingi alam
Bergetar bagaikan cakrawala
Beredar bebas di angkasa
Bagaikan tubuh mengapung
Seperti seorang perempuan telanjang
Mawar putih bukan mawar merah
Mawar kuning bukan mawar hijau
Seakan berpindah-pindah
Mengelilingi seluruh jagat raya.

Mesi Melani Marpaung, SMAN 1 Siantar Narumonda

Gitar
Kau  mengeluarkan suara
Kau juga mengeluarkan nada merdu
Kau dapat membuat hati merasa bergetar
Ketika mendengar suaramu.

Candra Purba SMA Nasrani 3 Medan

Warung
Ada rintik mengais langkah untuk berteduh
Asa yang sedari tadi mengembang terhenti di ruangan dingin
Beku pada ukuran sederhana karena mata yang memandang
decak kagum pun tak ubahnya berwarna
serta merta dingin bersahaja di kopi hitam
sejenak berpatri dengan hati
bukankah semua kopi sama
Lantas mengapa keramaian menyiangi siang malam
Seperti semut berhamburan kala mencium manisnya gula
Gigil aku beradu otak pada ketidaktahuan
Berharap ada waktu mengulang masa tuk kembali.

Hotman S, SMA Sw Bintang Timur 1 Balige.

Panggung
Badai seakan hempaskan tubuhku
Kepedihan berulang kaki
Menampar pipiku
Mencoba menyadarkanku
Dari kepalsuan dunia
Dari keindahan dunia
yang hanya sementara
Semua tak nyata
Kini kecewa terukir indah
Di lubuk hatiku
Dunia adalah panggung sandiwara
Dan kau turut serta di dalamnya
Hancurkan hati yang dulunya
percaya kau bagian panggung sandiwara.

Melly Gitzu bre Caroona, SMA Van Duynhoven Saribudolok.

Jika Berhenti
Jika aku berhenti apa yang akan terjadi?
Apakah perjuangan akan mati?
Jika aku berhenti apakah semua ini kan selesai?
Apakah pengharapan akan terakhir sampai di sini?
TIDAK ! perjuangan pun tidak akan mati
Dan pengharapan pun tidak akan sirna
Aku tidak akan berhenti sampai disini
Jikalau pun aku harus berhenti
Biarlah ketika aku mati.

Rosmawaty Nainggolan, SMA S Nasrani 2 Medan.

Kekang
Kucoba untuk lari dari pelukan rasa ini
Meski kakiku sakit menahan perih
Melawan cengkraman yang tak bertepi
Tahan...
Kataku lagi saat mulutku mengerang
Kapan ku tak lagi tenggelam dari rindu ini?
Gelisah, cemas, takut dan sedih senang membasahi lagi
Menumpahkan semuanya...
Aku kuyup oleh tingkahmu
Tak dapat kurasakan cinta yang membebaskan
Namun cinta yang memenjarakan yang kutemukan
Saat kutemukan kebersamaan kita dulu dalam ingatan.

Cok Motung Manurung, Pematangsiantar.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru