Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Narkoba, Kekerasan dan Seks Bebas Semakin Ancam Anak Muda

- Minggu, 31 Juli 2016 19:14 WIB
622 view
Narkoba, Kekerasan dan Seks Bebas Semakin Ancam Anak Muda
SIB/Dok
Koordinator Intel Kejatisu Conny Tonggo Masdiana Sagala SH MH saat menyuluh siswa SMAN 14 Jl Pelajar Medan.
Medan (SIB)- Penyalahgunaan narkoba, kekerasan seks dan seks bebas semakin mengancam kehidupan anak muda. Kecenderungan selama ini, penyakit sosial tersebut seperti mata rantai, yang padahal berdiri sendiri. Antisipasinya, kurangi menghabiskan waktu di luar rumah dan sekolah dan pastikan lingkungan permainan sehat, baik secara hukum mapun secara moral agama.

Demikian ditegaskan Koordinator Intel Kejatisu Conny Tonggo Masdiana Sagala SH MH saat menyuluh pelajar di Medan. Rangkaian penyuluhan dalam rangka Jaksa Masuk Sekolah tersebut diadakan bergilir berbarengan dengan awal belajar di sekolah di Medan. Setelah di SMAN 5 Medan dilanjutkan ke  SMAN 14 Jalan Pelajar dan SMAN 2 Jalan Angkasa Medan.

Langkah tersebut, ujarnya, selain untuk memberi masukan kehidupan yang sehat pada pelajar pun untuk menambah pengetahuan dan wawasan soal hukum. Menurutnya, Kejaksaan adalah sebagai lembaga penegak hukum yang bersih dan efisien, transparan dan akuntabel melaksanakan pelayanan prima untuk mewujudkan supremasi hukum yang profesional, bermartabat dan nilai-nilai kepatutan. Dalam kaitan kehidupan yang memosisikan hukum sebagai panglima, lanjutnya, maka pemahaman kehidupan yang sehat harus ditekankan sejak belia. "Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa batas bawah usia anak yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidana adalah 12 tahun. Sebelum putusan ini, menurut UU No 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, anak yang berusia 8 hingga 18 tahun dapat dimintakan pertanggungjawabannya secara pidana," jelas Conny Sagala sambil mengatakan rata-rata siswa di SMA sudah masuk dalam peraturan tersebut.

Terkait dengan kehidupan remaja dewasa ini, ujarnya, berbagai tindakan pencegahan terus digalakkan. Dalam kehidupan remaja, lanjutnya, persoalan yang paling mencolok adalah tentang penggunaan ilegal narkoba berlanjut ke kekerasan dan seks anak. "Hanya satu kata, jangan coba-coba! Jangan coba-coba memakai narkoba, jangan coba-coba melakukan kekerasan atau mencoba mengetahui seks secara liar," tegasnya sambil menunjuk kasus-kasus kekerasan seks pada anak di bawah umur yang belakangan menonjol.  "Program jaksa masuk sekolah ini berupaya maksimal agar pelajar mengerti tentang hukum yang sebenarnya!" (R9/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru