Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Anak Indonesia Kenali Jati Diri Lewat Bahasa Daerah

- Minggu, 13 November 2016 19:16 WIB
417 view
Anak Indonesia Kenali Jati Diri Lewat Bahasa Daerah
SIB/Dok
BAHASA DAN BUDAYA DAERAH: Anak-anak peserta didik PKBM Unity di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pimpinan Kiki Andrea yang memahami bahasa dan budaya daerah dalam penampilan tradisional.
Jakarta (SIB) -Najwa Shihab mengajak anak-anak Indonesia untuk mulai mengenal bahasa daerah. Sebab, Indonesia memiliki beragam bahasa yang sebenarnya mampu menjadi jati diri di hadapan dunia luas.

Salah satunya dengan melatih diri membaca buku yang berbasis bahasa daerah. Dari situ, Najwa yakin, akan menumbuhkan rasa simpati bagi anak-anak yang memahami berbagai bahasa daerah. "Bacaan berbahasa daerah mengolah rasa, melatih lidah, melatih empati. Mulai dari hal simpel bahasa daerah. Kalau tahu kulturnya akan lebih melatih kita memahami perbedaan," ujar Najwa di Konferensi Anak Indonesia 2016, di kawasan Pejaten, Jakarta, Selasa, (8/11).

Menurutnya, bahasa daerah harus memiliki tempat tersendiri bagi setiap anak Indonesia. Karena, keberagaman suku dan daerah di Tanah Air, membuat anak-anak mampu menumbuhkan rasa toleransi sejak dini. "Karena negeri kita punya ribuan suku, dikaruniai perbedaan dan keberagaman untuk toleransi.
Sehingga kenal jati diri akan bisa memahami jati diri orang lain juga," tambah perempuan yang pernah memakai gaun berbahan ulos ketika memandu acara Mata Najwa tersebut.

Ditambahkannya, jika memang masih sangat sedikit fasilitas bacaan berbahasa daerah, masyarakat harus memiliki inisiatif sendiri untuk membuatnya. Dengan begitu, perkembangan bahasa daerah akan semakin meluas. "Sekarang waktunya empowerment diri sendiri. Kalau pemerintah tidak kasih, kita buat sendiri. Kalau tidak ada, kita usahakan sendiri," ungkapnya.

Ajakan tersebut diaminkan Nagoes Puratus Sinaga. Pengasuh Rumah Belajar Sianjur Mula Mula  Samosir itu tak semata mengajar anak-anak yang diasuh dengan bahasa daerah tapi melestarikan warisan leluhur Bangso Batak. "Lewat pengajaran yang berpendakan bermain, anak-anak dibawa pada pemahaman," ujar  remaja yang pernah berbakti di dunai kesehatna di Medan itu.

Ia menunjuk Richardo Sihaloho, peserta didik yang hobi bernyanyi. Pemahaman tentang bahasa daerah pria yang duduk di kelas terakhir Sekolah Dasar itu menjadikannya semakin kental dengan tata istiadat. "Bahkan sudah mahir berumpasa," cerita Nagoes Puratus Sinaga.

Sama seperti yang dilakukan Kiki Andrea. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Unity di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kec Simanindo, Kab Samosir, Sumatera Utara, anak-anak tak semata diajar bahasa daerah tapi seluruh kegiatan mewarisi leluhur Bangso Batak. "Inginnya anak-anak memaksimalkan kearifan lokal dalam menggairahkan ekonomi kreatif," ujar mantan wartawan dan penerjemah tersebut. "Kehidupan di Danau Toba adalah industri pariwisata dan adat-istiadat adalah kekuatan yang tak ada tandingan!"

Yang membahagiakannya, ada anak didik yang masih kecil tapi sudah direkrut dalam grup kesenian profesional dan tampil di depan tetamu terhormat, dalam dan luar negeri. "Artinya, selain memperkuat kebudayaan nasional, pemahaman akan kekayaan adat-istiadat berdampak positif bagi kejayaan bangsa," tutup Kiki Andrea. (T/R9 r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru