Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026
Curhat

Razia Orang Ganteng

* Irwan Syahputra, SMAN 2 Rantau Selatan - Rantauprapat
- Minggu, 26 Februari 2017 17:33 WIB
315 view
Siapa yang melanggar peraturan, kena sanksi. Mulai dari hukuman ringan sampai administrasi. Seberat-beratnya hukuman ringan, tentu lebih baik ketimbang sanksi administrasi.

Kan gak enak kali kalau dapat teguran tertulis. Soalnya, ujung-ujungnya orangtua jadi tersangkut paut. Misalnya, Guru BP memanggil  orangtua siswa. Kemudian bikin pernyataan bila berbuat salah maka dihukum. Ah, tidaklah!

Tetapi, siswa tetap saja membandel. Kali ini Pak Manullang memimpin upacara. Setelah selesai menaikkan bendera, seluruh siswa dari kelas X - XII tidak diizinkan masuk ruang karena ada razia.

Di depan tiang bendera, Pak Manullang bersama Guru BP mempersilakan seluruh siswa melintas. Semua rambut pelajar dalam amatannya. Yang punya rambut melewati telinga, dijewer... Aduh, sakitnya. Ujung rambut di bawah telinga ditarik sekerasnya.

Bersamaan dengan itu, Pak Manullang mewanti-wanti. Bila besok masih memiliki rambut yang sama, maka akan dicukur sesuai seleranya.

Aku juga kena sasaran. Padahal, rambutku masih belum lewat telinga tapi karena teksturnya lebat, seolah gondrong. Kesal memang. Ini sekolah lanjutan atas atau pendidikan militer sih.

Aku terpojok karena saat kuceritakan pada orangtuaku, mamaku justru mendukung. Tetapi, setelah upacara kali ini, Pak Manullang tidak bereaksi. Ia hanya melotot dari barisan guru ke arah siswa. Aku dan rekan-rekan riang. Berteriak-teriak girang di dalam kelas.

Tetapi, kebahagiaan itu, sekelak berganti ketakutan. Tiba-tiba Pak Manullang berdiri di depan kelas dan menyuruh semua pelajar pria ke depan. Ketakutan seketika menguasai. Namun, Dewi Fortuna berpihak pada pelajar. Pak Manullang lupa membawa gunting pangkas.

Razia dilanjutkan ke barang terlarang. Yang disita sepatu warna putih karena keharusan pada tiap Senin pakai sepatu hitam, HP lima unit. Bila siswa yang masih ingin mendapatkan barangnya, harus membawa orangtua dan membuat pernyataan.

Senin selanjutnya, razia lagi. Metodenya sama seperti yang lalu-lalu. Hanya saja kali ini gunting pangkas Pak Manullang terjatuh hingga patah sesaat hendak memotong rambut siswa. Meski razia tertunda, kali ini  guru disiplin yang disukai siswa itu berseloroh alasannya hanya ingin razia orang ganteng! (l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru