Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Puisi

- Minggu, 26 Februari 2017 17:35 WIB
1.087 view
BAJU

Engkau adalah salah satu pelindung-ku
Pelindung yang selalu menemaniku disetiap hari-hariku
Baju...engkau yang tak pernah lelah melindungiku dari teriknya
matahari, ributnya angin dan derasnya hujan
Baju maafkan aku jika aku terkadang menghiraukanmu dihidupku dan
Maafkan aku jika terkadang aku merupakan atas jasa-jasamu
Baju aku berjanji padamu untuk selalu menjagamu  dan tak lagi menghiraukan keberadaanmu dihidupku
Terima kasih Bajuku, Engkaulah pelindungku

RA Hutapea,
SMP Budi Murni 1 Medan

KIANKAN LAYANG


Bola menengah
Tertendang layang
Jauh sampai ujung kanvas
Satu hilang jauh kembali
Lumuri bola jauh tiba
Rangsangan bulat duakan pergi
Satu, tiga, dua dan empat
Nantika risau hamburkan bola
Rambu hilang kiankan layang
Datang bola, terurai juga
Tiap hati, lubangkan banyak
Bola bakar singkir bola
Bola belah kubur pun dalam
Dengan untaian suratan takdir
Menyuram rasa hambar percikan
Lautan terjang hamparan sayapmu

Dela Asriani Damanik,
SMAN 1 Siantar Narumonda

MANTAN


Disini aku berdiri
Di tepi batas lautan
Tak henti aku memikirkan
Di sinilah aku
Andai engkau berdiri disini
Terdiam sepi memandangmu
Tertunduk diam
Mengusik masa lalu
Aku berdiri ditengah lautan biru
Memandang sinar rembulan
Tertiup angin yang mengusik hati
Membuat luka di hati

Elya RS
SMP BM-3 Unit Merapi, Medan

BATAS MIMPI

Musim berguguran
Kemarau dan hujan terus berkejaran
Ada yang perih diselimuti waktu
Lindap menelan jejak rindu
Yang menghilang serupa debu
Sebagaimana senja yang kisap menawarkan sepi
Hari-hari menjelma lantunan tembang-tembang sunyi
Di batas mimpi
Secarik angan diremas sangsi

Monica Elkana Tobing
SMP Budi Murni 3 Medan

SELIMUT


Kau selalu ada untukku
Ketika aku kedinginan
Kau yang menghangatkan tubuhku
Selimut tiap malam
Kau selalu menyelimuti tubuhku
Agar aku tidur dengan nyenyak
Selimut walaupun setiap bangun
Aku tidak melipatmu
Meskipun begitu kau tetap mau bersamaku
Kau tak pernah marah
Kau bagaikan sahabat
Yang selalu menghangati tubuhku

Noptika L.Sinaga,
SMP Budi Murni 1 Medan

CAHAYA MATAMU


Dua impian melayang jauh di angkasa
Dua titik embun menerobos cahaya matamu
Aku berjalan diatas benang-benang fajar
Menemani setiap harimu
Lalu pergi bagai senja
Menutup harimu
Aku bagai debu keabuan
Yang tidak pernah disinari cahaya matamu
Hingga waktu lolos berguling
Digulingkan rumput mentari
Dihiasi bulir-bulir salju
Dengan iringan melodinya

Lidya Simarmata,
SMAN 1 Siantar Narumonda

SENYUMMU


Saat menatap bintang-bintang di langit
Teringat saat aku menatap senyummu
Terlihat nyata dan serupa
Ingin menyentuh tak dapatku raih
Hanya menghayal dan berharap
Kamu datang tuk menghampiri hariku
Yang hampa karena tak dapat
Menatap dan menyentuh senyummu yang aku rindukan

Suryadi Saragih,
SMA Nasrani 3 Medan

HASRAT


Kau jantung hatiku
Kau pengobar semangat dalam tiap langkah hidupku
Kau keindahan penyejuk mataku
Percayalah hatimu untukku
Kan kujaga, bahagiakan slalu

Meisya Simanjuntak,
SMP Budi Murni 3 Medan

PANDANGAN PERTAMA


Dedaunan hijau selimuti aku
Saat rintih hujan basahi aku
Kupandang sekitarku
Sepi senyap tak bersuara
Ku hampiri bangku kosong itu
Yang sendiri bagaikan hatiku yang saat ini kosong
Langkah kaki menghampiriku
Ku pandang sekitar dengan ligatnya
Ku lihat kau sedang berdiri dihadapanku
Ku tarik senyumku selebar mungkin
Ku pandangi kau dengan ceria
Bertanya tak ada jawaban
Seakan angin yang berhembus
Tak nampak dan ligat dirimu pergi
Tersenyum bibirku dengan suka
Yang kosong tlah terisi kehadiranmu
Yang sementara ku sadari kujatuh cinta
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama

Hermita Situmorang,
SMA Nasrani 3 Medan

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru