Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Melatih Idealisme Kartini Muda

- Minggu, 23 April 2017 16:18 WIB
1.404 view
Melatih Idealisme Kartini Muda
IDEALISME HUKUM SEBAGAI PANGLIMA: Wakil Ketua PN Tenggarong, Kalimantan Timur Johnsarman Saragih SH MHum didampingi istri Rosmani Sianipar dan Herry Pinem SH di Hotel Four Points - Sheraton Medan, Sabtu (22/4), bersama para ahli hukum yang punya tugas tan
Medan (SIB) -Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong, Kalimantan Timur Johnsarman Saragih SH MHum mengatakan, dari kaca mata kehidupan bernegara berkeadilan harus memosisikan hukum sebagai panglima. "Dalam konteks semangat perjuangan Kartini, Pahlawan Nasional pejuang emansipasi perempuan itu secara tersirat ingin kedudukan hukum yang sama antarwarga, baik perempuan dan pria. Itulah sebabnya, perjuangan ke depan adalah meletakkan hukum dalam posisi sama pada warga negara," ujarnya didampingi sang istri, Rosmani Sianipar di Hotel Four Points - Sheraton Medan, Sabtu, (22/4) di jeda reuni akbar Alumni FH-UDA angkatan 1984.

Menurut mantan Ketua PN Sidikalang tersebut, memosisikan hukum sebagai panglima sudah diamanatkan para pendiri bangsa dalam Pancasila dan UUD 1945. Di konteks perjuangan, RA Kartini telah melakukannya secara tersirat. "Tugas ke depan, menyiapkan Kartini muda yang sama-sama berusaha sekuatnya
memosisikan hukum sebagai panglima," tegasnya didampingi Ketua Panitia Reuni Herry Pinem SH yang Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Medan, Panitera Pengganti PTUN Surabaya Famo Harefa yang alumni SMPN 1 dan SMAN 1 Gunungsitoli, Nias serta Asdun Hutajulu.

Dalam menyiapkan generasi penerus tersebut, lanjutnya, harus ditanamkan idealisme keindonesiaan. "Perjuangan Kartini dalam kesetaraan hak kan harus didukung pria. Artinya, semua warga negara butuh persamaan hak sebagai warga negara," ujar pria yang punya jangkauan suara istimewa tersebut.

Johnsarman Saragih menegaskan, karena seluruh rekannya memahami hukum hingga memiliki tanggung jawab dalam menggapai tujuan mulia sesuai dasar negara. "Kami sudah 27 tahun berpisah dan mengabdi di hampir seluruh lini kehidupan tapi pemahaman soal hukum kami adalah sama, haru menempatkannya sebagai panglima. Dalam menjalankan tugas tersebut harus memiliki idealisme yang sama," tegasnya sambil mengingat pesan mentornya, Prof Drs Rajanin Bangun MHum agar terus berkreasi yang terbaik dalam bingkai hukum positif Indonesia.

Herry Pinem mengatakan reuni berlangsung sehari penuh, tapi sebelum kegiatan puncak pihaknya melakukan diskusi panjang dengan hampir seluruh alumni yang jumlahnya lebih dari 100 orang dan tersebar. "Kami ingin silaturahim ini semakin erat, sekarang dan selamanya tapi perlu bertemu face to face agar semakin berpadu untuk ikut membangun bangsa, khususnya dalam bidang hukum yang kami pahami," ujar pria familiar tersebut. (R10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru