Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Jejaring Sosial Jangan Sampai Jadi Media Tumbuhkan Radikalisme Anak Muda

- Minggu, 07 Mei 2017 22:43 WIB
294 view
Jakarta (SIB)- Ketua Umum Pengurus Alumni  (PA) Gerakanan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Sumut Hengky Yusuf Fau meminta pengelola jejaring sosial memastikan kontennya bersih dari upaya mengotori pikiran generasi muda. "Kecenderungannya kan media sosial jadi media menumbuhkan hal-hal kontraproduktif bahkan terakhri kali menjadi sarana merekrut untuk doktrin radikalisme," ujarnya di Jakarta, Jumat, (5/5).

Menurutnya, imbauan dan seterusnya sudah dijalankan tapi konten kontraproduktif tetap saja muncul. Begitu muncul, ditutup tapi dimungkinkan tumbuh akun sejenis dengan tampilan dan nama berbeda. "Otoritas di Indonesia diharapkan menjalin kerja sama lebih dengan provider pengelola jejaring sosial" harap Hengky Fau sambil mengatakan keoptimistisannya bahwa Facebook menyeterilkan konten semacam itu.

Sebagaimana diketahui, CEO Facebook Mark Zuckerberg segera mempekerjakan 3 ribu staf baru, untuk menyaring konten kekerasan dan hate speech. Staf jejaring sosial paling populer di dunia itu kini berjumlah 4.500 orang. "Selama beberapa minggu terakhir, kami telah melihat orang-orang menyakiti diri mereka sendiri dan orang lain di Facebook - baik live atau video yang diposkan," tulis Zuckerberg sambil menambah yang akan dipekerjakan Facebook juga akan membantu meningkatkan kemampuannya, menghapus konten lain yang dilarang layanannya. "Termasuk hate speech atau ucapan kebencian dan eksploitasi anak," tambah pria muda terkaya di dunia tersebut.

Didampingi Ketua DPC GMNI Medan Maman Kurniawan Syahputra Silaban, Hengky Yusuf Fau meminta kiranya Facebook memberi akses seluasnya agar jejaring sosial itu duduk pada rel sesuai NKRI. Selain itu, tambahnya, otoritas di Indonesia pun senantiasa meningkatkan pengawasan serta menumbuhkan nasionalisme keindonesiaan bebasis Pancasila. "Seperti yang dilakukan GMNI, terus merangkul anak-anak muda untuk makin mencintai Indonesia atas dasar NKRI harga mati," tegasnya sambil menunjuk bahwa pada 21 Mei 2017, IKA-GMNI melaksanakan pendadaran dengan ribuan generasi muda dipusatkan di Yayasan Pendidikan Pencawan Nasional (YPPN) Jalan Jamin Ginting Km 12 Padang Bulan, Medan dengan ketua panitia nasionalis sejati Onto F Hutapea. (Rel/R10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru