Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Cerpen

Tiga Tikungan Tajam

* Karya Hema Fikholis - SMAN 2 Rantau Selatan, Rantauprapat
- Minggu, 07 Mei 2017 22:49 WIB
278 view
Aku menumpahkan isi hatiku pada Rio. Semuanya. Itu sudah biasa karena aku menganggapnya sebagai saudara sendiri. Bahkan hubungan kami lebih dekat ketimbang abangku sendiri. Tetapi yang kali ini berat kuutarakan. Soalnya menyangkut sangat pribadi.

Tadi, ketika pulang jalan pagi, aku ketemu cowok yang dulu pernah kutaksir. Tetapi karena si cowok keren sudah ada gandengan, aku tak berani terus terang. Eh, tadi ketika ketemu... hatiku berdegup kencang. Si cowok menggandeng cewek tapi matanya melirik tajam padaku.

Ia bahkan pura-pura salah pegang dengan meraih tanganku. Uniknya, hal itu dilakukan diperhatikan perempuan yang digandengnya. Tengoklah mata si wanita itu, seperti mau tumpah menatapku.

Padahal aku sama sekali tidak meresponnya. Yang bikin aku takut cerita pada Rio, perempuan itu kerabatnya. Dan... kekhawatiranku beralasan. Rio langsung menunjukkan rasa tak senang ketika aku mulai cerita.

Dari Rio aku tahu bahwa hubungan familinya tersebut sedang di ujung tanduk. Aduh... jadi bagaimana denganku? Harus mundur... Padahal aku sudah naksir banget.

Setelah kupikir panjang, aku mundur langkah. Aku melalui tikungan tajam dengan rasa bersalah. Aku kalah.

Suasana hatiku itu diketahui ayahku. Ia terus berusaha mencari tahu tapi aku tetap tak mau jujur.  Entah karena apa pula tiba-tiba ia cerita ada pria putra sahabat lamanya yang jomblo.

Aku tahu arah ayah mau ke mana. Aku langsung menyerobot dan bilang bersedia dikenalin dengan cowok tersebut.

Dan... ya Allah Tuhanku. Cowok itu adalah pria idamanku yang kini sudah putus kasih dari kekasihnya. Si cewek adalah kerabat Rio.

Dengan berat hati kusampaikan pada Rio. Kali ini, ia tidak mendukung, tidak pula menyarankan aku untuk mundur. Ia hanya cerita kasihan pada familinya itu. Sejak diputus sang cowok, wajahnya suram.

Benar. Aku dikenalkan Rio pada kerabatnya. Namanya Nila. Orangnya cantik. Tak hanya wajah tapi pasti hatinya memesona. Tetapi, kenapa diputus cowoknya? Kenyataan itulah yang membuatku menjadi ragu untuk semakin dekat dengan pria yang dikenalkan ayah.

Tetapi, aku juga risih sebab ngejomblo terus. Ya sudahlah... aku kalah lagi di tikungan. Soalnya, karena aku mengulur-ulur waktu mengiyakan permintaannya, si cowok sudah dekat dengan perempuan lain.

Ketika menyaksikan keduanya melintas di depanku, timbul penyesalan di hati. Aku justru ingin berada di sisi dan didekat erat olehnya.

Saat perasaan itu kusampaikan pada Rio, ia pun menyesalkan kenapa aku tidak bersedia membuka hati.

Aku tertunduk. Hatiku semakin terasa seperti dicucuk. Tanpa sadar, air mataku menitik. Mula-mula perlahan tapi terus-menerus tumpah. Mengetahui itu, Rio minta maaf.

"Bukan salahmu kok!"
"Tapi aku tahu, pasti karenaku!" balasnya. "Aku tahu kamu mempertimbangkan aku hingga tidak langsung dengan cowok itu, kan!"
"Ya udahlah... sudah terlanjur!"

Rio kemudian mendekatkan aku dengan Yusuf. Ia menjamin pria yang didekatkannya padaku tidak neko-neko. Sudah lama menjomblo. Bahkan mungkin belum pernah pacaran.

Emang Yusuf cenderung culun. Tengoklah gayanya bila dekat denganku. Ia seperti takut-takut. Mungkin segan sebab Rio ada bersama kami.
Saking selalu ketemu, lama-kelamaan, aku suka dengannya. Bukan karena Yusuf seorang pintar tapi tipe sepertinya sudah langka. Ia jujurrr... Hormat pada orangtuanya.

Satu contoh, pulang jalan-jalan denganku, semua kejadian diceritakannya pada ibunya. Seperti ketika memegang tanganku ketika kami nonton. Aku sampai tak percaya berhadapan dengan lelaki semacam itu di era sekarang.

Sudahlah. Aku memantapkan pilihan. Aku sudah cocok dengan Yusuf. Aku berterima kasih dengan Rio yang menyatukanku dengan Yusuf.
Hanya saja, yang membuatku gusar, Yusuf mengikuti kemauan orangtuanya untuk sekolah ke luar negeri.

Dapat kabar akan meninggalkan Tanah Air, duniaku seperti terhenti berputar. Aku kembali di tikungan tajam. Tidak tahu, aku kalah atau mengalah....
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru