Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Curhat

Bersahabat Kembali

* Putri Sari Kartini Sihite - SMP Swasta Katolik Budi Murni 1 Medan
- Senin, 08 Mei 2017 14:55 WIB
375 view
Apa jadinya hidup tak punya sahabat? Dunia serasa berhenti berputar. Tetapi emang aku merasakan ketaktentuan karena seorang kawanku melakukannya.

Mulanya aku beradu pandang dengan perempuan di Cafe Menara Lexus. Mendengar musik. Ingin mengetuk-ngetukkan kaki. Sekelibat melintas perempuan lain.
Wanita itu cantik, tidak seperti kebanyakan orang di sini.

Lama aku memutar otak untuk mengingat siapa gerengan perempuan dengan langkah manis, senyum mengembang tapi sorot matanya tajam bersahabat. Aku mencari tahu sendiri. Perempuan itu adalah owner di Silent Group.

Silent Group adalah nama populer bahkan sangat amat. O iya, pasti perempuan itu bernama Bella. Wanita tersebut adalah sahat karibku tapi ketika Vrendo muncul, pertemanan kami terganggu.

Bella mengagumi Vrendo. Emang, Vrendo tak hanya tampan tapi juga tajir. Selain itu, ahli dalam cabang olahraga bela diri. Sejumlah prestasi diraihnya. Pria tersebut sangat populer.

Terus terang, aku mengaguminya. Cuma sampai di situ. Selebihnya, tidak. Soalnya aku merasa tidak mungkin dapat merangkulnya. Aku ini apalah... cuma seonggok individu yang terbatas.

Beda dengan Bella. Ia cantik, pintar. Yang paling beda denganku, soal kekayaannya. Mau apa saja, bisa. Tengoklah penampilannya. Biasa saja sih... tapi busananya dari bahan pilihan. Ia tak suka berlebihan tapi tubuhnya itu seperti  kapstok berjalan. Semua busana melekat cantik hingga membuat orang sulit melepas pandangan darinya.

Aku pun mendukung Bella berlabuh di hati Vrendo. Kutengok mereka emang cocok. Seperti pinang dibelah dua. Aku bahagia ketika tahu persahabatan keduanya makin rekat.

Keduanya pun selalu mengajakku. Bertiga kami menyusuri ragam tempat indah. Tetapi, entah kenapa tiba-tiba hatiku tidak enak berada di antara Vredo - Bella. Yang semakin menyiksaku karena Bella menutup pintu hati untukku.

Ia tak mau bicara. Bahkan pertemanan di dunia maya pun diputus. Terakhir ia chat padaku sebagai pecundang, gunting dalam lipatan.

Duniaku seperti kiamat. Sampai berbulan aku semaput. Terakhir aku tahu Vrendo ternyata suka denganku dan alasan itulah membuatnya meninggalkan Bella.

Sejak saat itu, aku pun mengurung diri. Setiap kali Vrendo menghubungiku, aku terus menyarankannya untuk kembali ke Bella. Saking ngototnya, Vrendo marah.

Aku menyesal memaksanya ketika dapat kabar Vrendo mengembuskan napas terakhir. Aku menangisinya seperti ditinggal kekasih.

Hari berganti minggu dan bulan hingga tahun, ketika bertemu Bella, aku langsung memeluknya. Bella membalas lebih hangat dan memahami bahwa tudingannya padaku karena Vrendo tak benar.

Aku dan Bella kemudian berdoa untuk arwah Vrendo. (l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru