Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

PKBM Unity Cetak Relawan Cilik Bersihkan Danau Toba

- Minggu, 08 Juni 2014 19:45 WIB
472 view
PKBM Unity Cetak Relawan Cilik Bersihkan Danau Toba
SIB/ist
Pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Unity Kiki Andrea membuka pertemuan dengan 60-an anak dengan doa di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kec Simanindo, Kab Samosir.
Tuktuk Siadong (SIB)- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Unity merekrut untuk mencetak relawan cilik guna membersihkan Danau Toba. “Kami hidup di atas danau ini tapi terlalu banyak orang yang tidak peduli bahwa Danau Toba telah memberi kehidupan pada manusia. Menumbuhkan kesadaran seperti sekarang, dilakukan sejak usia dini,” ujar pendiri sekaligus pengelola Kiki Andrea di kamar rumahnya di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kec Simanindo, Kab Samosir.

Kabar pribadi di rumah yang ditempati pasangan pengantin baru tersebut berulang kali dijebol karena anak-anak yang datang semakin banyak. “Kegiatan kami awali dengan berdoa, bersyukur padaNya yang telah menganugerahkan Danau Toba pada kami. Selebihnya, pendidikan formal dan tiap hari berkeliling kecamatan mengutip sampah yang sekenanya dibuang siapa saja, bahkan para pendatang yang naik mobil membuang sampah dari jendela kendaraan mewahnya. Padahal kami dengan jalan kaki mengutipin sampah. Tidak apa-apa,” ujar mantan jurnalis tersebut,  Selasa, (3/6), sambil menjelaskan motto Lebih Baik Berkarya Daripada Mengkritik.
***
PKBM Unity dirintisnya pada 5 November 2012 dari ruang tidur berukuran 4 x 5 meter. Awalnya mengajak anak-anak usia dini untuk belajar secara gratis. Yang diajarkan mulai dari pendidikan moral mengadopsi Injil, ilmu pengetahuan dasar dan Bahasa Inggris. Dalam perkembangannya, anak-anak yang ikut makin banyak dan usianya melebar hingga usia 12 tahun.

Di awal 2013 ada ruang belajar yang khusus. “Tidak perlu AC karena Danau Toba telah memberi kesejukan. Apalagi bila pepohonan tak dirambah dan dibabat,” tandas Kiki Andrea sambil mengatakan karena siswa gratisnya lebih dari 60 orang maka diperlukan lokasi yang lebih representatif.

Disebabkan sudah hampir sama dengan sekolah formal, Kiki Andrea mengadakan prasarana lain seperti komputer, keyboard, bahkan mendatangkan pelatih tari untuk pemahaman dasar Tortor Batak, klub sepak bola, Rabu Gembira. “Secara massal, tiap pekan ada mata pelajaran Kampanye Kebersihan. Semua yang diajarkan di PKBM  Unity  adalah untuk mencerdaskan  kehidupan bangsa melalui anak-anak,” ceritanya sambil memprediksi 20 tahun ke depan  keluarga besar PKBM Unity yang sekarang studi terbuka, mungkin jadi pemimpin. “Mereka yang mahir manortor, diharap menjadi pelestari kesenian leluhurnya!”

Kiki Andrea mengatakan, dari kegiatan yang muaranya membersihkan Danau Toba pihaknya bersama anak-anak sudah kampanye kebersihan di Kelurahan Tuktuk  Siadong, Kec.  Simanindo,  Kabupaten  Samosir dengan berjalan kaki puluhan kilometer. “Trainer dan siswa mengumpulkan sampah organik dan nonorganik yang bertaburan di jalanan diiringi mini bus dengan musik instrumen etnik Batak,” ceritanya sambil mengatakan dalam aksi massal itu diikutkan spanduk Terimakasih  Anda Turut Menjaga Kebersihan Samosir. “Musik itu untuk menyegarkan kami dan mana tahu pihak lain juga tersegarkan ingatannya agar tak membuang sampah lagi!”

Mengingat semakin banyak anak-anak tertarik untuk bergabung di PKBM Unity, Kiki Andrea mengatakan sangat membutuhkan perhatian pihak luar guna menambah biaya operasional sebab hingga sekarang pihaknya mengeluarkan secara pribadi. “Saya optimistis langkah PKBM Unity diapresiasi positif publik. Hanya tinggal menunggu dan berusaha serta berdoa. KuasaNya sungguh nyata!” (rel/r9/h)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru