Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Kiat Peraih Nilai Tinggi Para Jawara

- Minggu, 08 Juni 2014 19:49 WIB
1.355 view
Kiat Peraih Nilai Tinggi Para Jawara
SIB/ist
Kepala Ganesha Operation Wilayah Sumbagut Ir Jamso Haryono Pangaribuan MM dan Abdullah Umar Dhani Matondang SSos.
Medan (SIB)- Alumni SMA St Thomas 1 Medan mengukir sejarah baru. Setelah tahun sebelumnya mencatat NEM tertinggi, tahun ajaran 2013/2014 seratus sebelas tamatan sekolah di Jl S Parman Medan itu masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Jumlah tersebut ditambah yang masuk PTN di luar negeri. “Saya sempat kecut bahkan takut, ada siswa kami yang juara tapi tak lolos di jalur undangan. Rupanya, salah memilih,” cerita PKS 2 Drs Sabar Sitohang, usai mendampingi Kepala Sekolah Fr Antonius B Ditubun CMM, Senin, (2/6), menerima nama-nama para jawara tersebut. “Memang, tambahan ikut bimbingan belajar, pun memengaruhi prestasi siswa!”

Didampingi PKS 1 Sarian Gultom SSci, PKS 3 Dra Urusula Rajagukguk dan guru Bahasa Indonesia Drs Maniur Sirumapea MSi, Sabar Sitohang merinci siswanya yang meraih prestasi. Guru Sosiologi yang memosisikan diri sebagai pendamping siswa tersebut mengatakan pihaknya belum dapat mengklaim bahwa prestasi SMA St Thomas 1 Medan ke PTN melalui jalur undangan yang terbaik dan terbanyak di Sumut.

Selain di bidang akademik formal, prestasi siswa SMA St Thomas 1 Medan merambah di banyak bidang, mulai dari eksak hingga sosial bahkan humaniora. “Oleh Fr Antonius B Ditubun CMM, ada klub khusus memperlancar bahasa asing seperti Inggris oleh Miss Rosari Sianipar (sekarang sudah membuka sekolah khusus di Kalimantan) dan Miss Misnar, warga Filiphina yang terus mendampingi,” tandas Sabar Sitohang sambil menjelaskan tahun lalu sekolah beroleh penghargaan dari Wali Kota Medan karena berhasil mengantar siswanya ke PTN dalam posisi teratas.

Sama seperti yang diinginkan para gurunya, para jawara dari sekolah tersebut beroleh keleluasaan untuk memilih sesuai bakat dan kemampuan. Seperti yang dilakukan Cynthia Cavali yang masuk Universitas Indonesia dari jalur undangan. Putri pasangan Suinardo dan Ny Leny tersebut tak hanya punya kemampuan di bidang akdamek tapi di kesehatan.

Mahir bahasa Inggris dan Korea, Cynthia bahkan selalu tampil dalam kesenian klasik seperti balet dan piano. Sama seperti yang ditunjukkan Irene Yeremia Gultom yang masuk ke Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dari jalur undangan. Putri pasangan R Gultom - Ny N Br Naibaho tersebut sempat hampir tak lulus jika tidak memerhatikan peluang dan kemungkinan.

Rekan sekelasnya, Trie Yelita Togatorop pun masuk Undip Semarang di jurusan serupa. Putri pasangan J Togatorop dan Ny L Br Parapat itu mengatakan bukan  hanya faktor lucky masuk ke universitas favorit tapi harus kerja keras. “Kalau belajar,  ya harus... tapi juga memerhatikan hal terpenting dari satu pelajaran,” tandas perempuan yang suka menyenandungkan pujian.

***
Selain belajar yang tekun, kiat meraih nilai tinggi para jawara pun harus menggunakan strategi. Kepala Pusat Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) Wilayah Sumbagut Ir Jamso Haryono Pangaribuan MM menyontohkan cara itu sebagai model Sistem yang dinamakan TST (Tutorial Service Time) di GO tersebut mengantar siswa memahami peluang yang ada dengan kemungkinan keberhasilan lebih maksimal.

Didampingi Kabag Marketing GO Sumbagut Abdullah Umar Dhani Matondang SSos, Jamso Haryono mengatakan, siswa yang ikut bimbingan belajar di Ganesha Operation (GO) wilayah Sumbagut masuk ke perguruan tinggi negeri favorit melonjak drastis. Sesuai tabulasi data, masuk SNMPTN 2014 sebanyak 1.848 tersebut di seluruh universitas terkemuka Tanah Air. “Tahun lalu 1.343 orang. Kiat peningkatan itu semua siswa GO ikut konsultasi pemilihan jurusan terlebih dahulu sebelum menetapkan pilihan. Nilai rapornya dianalisis dan diusahakan agar seminimal mungkin siswa satu sekolah yang memilih jurusan dan PTN yang sama, karena bisa mengakibatkan kanibalisme. Kami kumpulkan siswa per sekolah setiap hari dan wajib membawa rapor. Selain mencari peluang masuk PTN favorit juga ke mana kira – kira kelak akan berkiprah setelah jadi sarjana,” tandas motivator teladan tersebut.

Keberhasilan melalui cara yang diutarakan Jamso Haryono tersebut dibenarkan Andrew H Sinaga dari SMAN 1 masuk di FTTM ITB dan Christian Alfredo dari SMA St Thomas 1 Medan  lulus di Teknik Sipil Undip. “Harus ada kiat meraih nilai terbaik dari para jawara!” (rel/r9/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru