Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Kembangkan Kearifan Lokal, Libatkan Anak-Remaja dalam Kegiatan Etnik

- Minggu, 30 Juli 2017 17:55 WIB
402 view
Kembangkan Kearifan Lokal,  Libatkan Anak-Remaja dalam Kegiatan Etnik
SIB/Oki Lenore
Adat-Istiadat: Ketua Umum Pomparan Pu Ni Halibutongan Marpaung Sitiotio dan Boru, Bere/Ibebere Se-Mebidang Drs Liberty Marpaung SPd bersama Ridwan Darius Sibarani, pecatur cilik berbakat asal Humbahas, yang dilibatkan dalam kegiatan etnik untuk mewarisk
Medan (SIB)- Mendukung program pemerintah dalam menggali kearifan lokal, Ketua Umum Pomparan Pu Ni Halibutongan Marpaung Sitiotio dan Boru, Bere/Ibebere Se-Mebidang Drs Liberty Marpaung SPd mengatakan, jangan mendoktrin tapi harus dengan pelibatan langsung anak-remaja dalam kegiatan etnik. "Bila pesta adat, misalnya sertakan anak-remaja di acara. Tak sekadar memosisikan mereka sebagai penonton, tapi bagian dari acara hingga aktif," ujarnya di Medan, Jumat (28/7).

Menurutnya, kebiasaan yang memosisikan naposo pada komunitas 'tepi' di acara adat, perlu direformasi dengan cara melibatkan langsung. "Cara itu otomatis mendidik langsung hingga ketika menjelaskan secara verbal, langsung dapat diserap," ujarnya didampingi sekretaris Ir Anwar Manurung dan bendahara Dra Sinta Uli Marpaung MHum.

Ia menunjuk tiap kegiatan pomparannya yang mewajibkan para orangtua menyertakan naposo dalam acara adat utuh,  termasuk pada Ulaon Partangiangan Parningotan Pa Lima Taon Hon Pomparan Pu Ni Halibutongan Marpaung Sitiotio dan Boru, Bere/Ibebere Se-Mebidang yang direncanakan diadakan, Minggu (30/7) di Kenangan Garden Jalan Letjen Jamin Gintings Km 12,5 Medan. "Sama dalam kegiatan rutin, seperti pesta bona taon atau syukuran tengah tahun, naposo dilibatkan langsung di acara tersebut secara utuh. Tidak ada bagian untuk dewasa atau ruang khusus untuk naposo!"

Cara demikian, lanjutnya, bukan mengentalkan etnik secara eksklusif tapi menyejajarkan dengan program Presiden Joko Widodo yang menggali kearifan lokal. "Kekayaan adat budaya adalah modal ampuh untuk memenangi persaingan di industri kreatif nonbenda," ujarnya sambil menunjuk pada era 1980-an kekayaan etnik Batak tereksplor dengan baik melalui grup-grup etnik yang mendunia seperti Los Amigos, Bonar Gultom. "Karya Gorga yang etnik itu setara dengan buah cipta musisi dunia. Jika dipopulerkan, pasti diterima warga global," yakinnya sambil mengatakan selama ini naposo selalu diposisikan tepi dalam acara adat yang membuat pemahaman tidak lengkap bahkan (mungkin dapat) terkikis. (R10/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru