Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Puisi

- Minggu, 15 Juni 2014 21:30 WIB
475 view
Puisi
Salah Sangka
Kutersipu malu dan geli
Saat matamu menatap mataku
Jiwaku terhanyut saat tanganmu mendekati pipiku
Dan ku terkejut kesakitan
Paakkk!
Pipiku merah si penghisap darah terbang
Tresia Lestari Nababan,
SMP 1 Lumbanjulu

Ketika Hujan

Telah turun lagi
Hujan mengguyur keramaian
Membasahi kekeringan
Di tengah-tengah kota
Kini...
Semua terlena, tetapi....
Di alun-alun kota
Gadis itu berdiri
Menggerakkan tubuhnya
Lembut
Setiap gerakannya
Dia mengikuti irama rintik
Seolah-olah berkicau
Memberitakan perasaan yang jadi dilema
Semua pandang tertuju kepadanya
Dari setiap pintu dan jendela-jendela toko dan rumah-rumah
Ntah kenapa
Dia berhenti dan terjatuh
Rintik pun  berhenti
Keramaian kini menghampiri
Gadis itu
Josmar Sinambela,
SMAN 1 Lintongnihuta

Hutan Menangis

Api mengepung menghanguskan
Asap menyesakkan kehidupan
Nyanyian damai alam musnah
Hutan menangis pilu
Derita alam semesta
Perbuatan tangan kejam manusia
Demi kekayaan mereka
Demi kekuasaan mereka
Mungkin mata hati nan buta
Di ujung sana
Johannes JN Saragih,
SMP Budi Murni-3 Medan

Presiden Pilihanku

Engkau sederhana dan apa adanya
Yang selalu mengerti dan peduli
Penderitaan pemujamu dan lemah,
Tak berdaya akan pahitnya kehidupan
Jiwamu tulus seperti merpati
Yang tak pamrih menopang
Kehidupan si peminta-peminta
Hatimu memaafkan
Saat engkau dicela dan dihina
Dan engkau bersabar
Untuk kemajuan Indonesia.
Majulah presidenku !
Jangan menyerah
Perjuangkan nasib para pemujamu
Hanya harapan dan keyakinan
serta doa yang tulus
Mengantarkanmu pada kebijakan
Membawaku kepada harapan
Mampu melawati pahitnya  kehidupan
Paulus Wijaya Gea,
Tandun Rokan Hulu, Riau

Rembulan Persahabatan

Kala senja itu pun hadir
Engkau memberi sebuah kilau
Engkau bagai aliran darah
Yang selalu hidup dalam batin
Kau sobatku...
Yang tak lengkang oleh ruang
Berjalan seiring desiran pasir diombak
Walau kini hatimu pergi
Namun ingatlah aku selalu menemanimu
Fitri Aritonang,
SMAN 1 Siantar Narumonda

Cinta Persahabatan

Perjalanan kehidupanku sungguh beraneka rupa
Kini saat yang membahagiakan bagiku
Walau hanya sekejap
Namun sangat berarti dan akan selalu kukenang
Bukan sembarangan yang kuterima
Tapi cinta ...
Cinta dari seorang sahabat
Cinta yang sungguh membuatku
Tak kuasa menahan sukacita ini
Bila kuingat mimpiku tadi malam tak cocok tuk lambangkan kebahagiaanku saat ini
Cinta seorang sahabat sangat berarti bagiku
Sahabatku dekap aku dalam cinta persaudaraan
Sahabatku jadilah sahabat yang setia bagiku
Ded’s Aries Boy,
Medan


Hangatnya Negeriku

Betapa senangnya hatiku
Hidup di negeri tropis
Mentari bersinar sepanjang tahun
Hujan datang berkala
Tumbuhan tumbuh dengan subur
Hewan-hewan berkembang biak
Alam subur negeri makmur
Menunggu kita mengelola dengan baik
Hangatnya negeri sangat kucinta
Menumbuhkan janji di hatiku
Menjaga dan mengelolanya
Dengan sepenuh hati
Boby Win Felix Tampubolon,
SMA Swasta Panti Harapan Lawe Desky

Sahabatku

Sahabatku...
Kau selalu memperdulikan aku
Kau selalu memberi dukungan padaku
Kau selalu menghiasi hidupku
Dan engkau selalu sayang padaku
Sahabatku....
Aku tak bisa melupakanmu
Karena engkau takkan
Kulepas dari hari-hariku
Engkau akan selalu kukenang
Di dalam hatiku, sahabatku
Lenti Arma Tobing,
SMA S Panti Harapan Lawe Desky

Tak Semudah yang Dibayangkan

Kawan... Burung rajawali tidak akan dapat terbang tinggi tanpa melewati angin yang kuat
Begitu juga ikan hiu tidak akan bisa mengarungi samudera tanpa adanya air dengan tekanan tinggi di dalam lautan
Hukum yang sama juga berlaku bagi kehidupan manusia. Hambatan adalah sesuatu yang harus kita lewati untuk menuju sebuah Kesuksesan.
Belajarlah terhadap semua yang telah terjadi, Berikanlah makna baru pada permasalahan itu. Hadapi dengan tenang, fokus ke solusinya, jangan hanya berputar-putar ke permasalahan itu.
Masalah yang terjadi pada diri kita saat ini adalah untuk menjadikan kita menjadi pribadi yang kuat, sabar dan ikhlas. Karena hidup ini tak semudah yang kita bayangkan.
Butuh perjuangan, butuh kesabaran, butuh ketekunan dan Doa untuk mencapai sebuah kesuksesan hidup yang kita impikan.
Lupakan kepahitan yang orang berikan pada kita
Bangkitkan rasa cinta kasih pada orang yang sudah membuat kita menderita
Kenanglah kebaikannya
Lupakanlah segala kejahatannya
Maka ketenangan kebahagiaan
Indahnya Dharma akan kita rasakan
Leo Bastari Bukit,
Medan

Dirinya

Aku melamun di tempat duduk
Melirik ke sebelah yang kosong
Aku sedih melihat pohon itu
Tempat kami bertengger di pohon itu
Aku merindukan dirinya
Tanpa auranya hampa hilang
Tanpa dirinya aku tak berdaya dan sepi
Aku rindu senyum, tawa dan candanya
Besok hari aku harap dia kembali
Dengan senyum cerianya
Dengan kejutan-kejutan barunya
Namun dirinya tak muncul juga
Selembar surat menghampiriku
Membuat aku meneteskan air  mata
Ternyata surat ini membawa kepedihan
Dirinya mengatakan perpisahan
Cemaraku kini telah tumbang
Kisahku terkubur dalam ironi
Kini aku melepas sahabatku
Yang selama ini tempatku berteduh
Dirinya bintang petunjuk kegelapanku
Dirinya buka jalan menuju kepahaman
Darinya aku belajar kerendahan hati
Dan tekat persahabatan
Aku hanya bisa menangis dan menangis
Kini semuanya menjadi gelap
Bungaku takkan lagi melontarkan wanginya
Kehilangannya terasa kesia-siaan hidupku
Aku benci pada diriku yang tak berdaya
Hatiku menjerit dan meronta-ronta
Kesedihan yang mengharukan biru
Telah mencurahkan habis mata air
Tak dapat aku tahan tangis ini
Aku tak kuat mengucapkan sepatah kata pun
Hatiku terendam air mata melepas mutiaraku
Dadaku sesak menahan tangis ini
Tapi aku sadar
Aku dan dirinya sahabat cahaya dan api
Dan aku sadar
Dirinyalah pelangi terindah
Yang pernah Tuhan ciptakan untukku
Prisusan Permata Hati,
SMAN 2 Kabanjahe
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru