Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Perang Tak Menyurutkan Remaja Tetap Semangat Sekolah

- Minggu, 13 Juli 2014 14:46 WIB
302 view
 Perang Tak Menyurutkan Remaja Tetap Semangat Sekolah
Yarmuk (SIB)- Perang kembali mengusik kehidupan sosial kemasyarakatan di wilayah Jalur Gaza. Akibatnya, terjadi eksodus, seperti yang dilakukan bagi ratusan siswa Palestina. Warga negara Palestina tinggal di kamp Yarmuk, sebuah kamp pengungsi tidak resmi di bagian selatan kota Damaskus, Syiria dan merupakan komunitas Palestina terbesar di negara tersebut.

Di kamp ini warga Palestina hidup dalam posisi pas-pasan. Kondisi itu tidak membuat 120 remaja Palestina patah semangat untuk mengikuti ujian nasional. Tes ini wajib bagi seluruh siswa kelas IX di Palestina sebagai syarat masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Jika tidak mengikuti tes ini sesuai waktu yang ditentukan pemerintah Palestina, mereka, secara teknis, tidak diizinkan melanjutkan pendidikan.

United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), salah satu agensi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membantu para pengungsi di Timur Tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Syiria agar mengizinkan anak-anak tersebut meninggalkan kamp untuk sementara waktu. Tujuannya, agar para siswa ini dapat mengikuti ujian nasional tersebut.

Juru bicara UNRWA Chris Gunness menilai, anak-anak ini memiliki ketahanan yang luar biasa. "Mereka sudah dikepung selama satu tahun. Tapi ajaib, kami telah berhasil menjaga pendidikan tetap berlangsung," ujar Gunness, seperti dilansir Huffington Post.

Gunness menyatakan, tidak hanya pendidikan, PBB memberikan anak-anak yang kebanyakan berusia 14 tahun itu fasilitas tempat tinggal, makanan, alat kebersihan, dan tunjangan uang tunai.

Bagi kebanyakan anak di Syiria, sekolah hanyalah mimpi. Tidak ada sekolah yang dikelola UNRWA beroperasi di Yarmuk akibat begitu volatilnya situasi keamanan di sana. Tetapi kebanyakan anak-anak ini berkumpul di masjid untuk belajar. Menurut Gunnes, PBB mengembangkan program belajar jarak jauh yang bisa digunakan anak-anak di Yarmuk yang memiliki akses terhadap listrik.

Pada tahun ajaran baru, PBB membagikan 26 ribu paket peralatan sekolah bagi anak-anak di Syiria. Paket ini berisi tas sekolah, pulpen dan buku. Menurut data terakhir dari badan humanitarian PBB, 16.392 pelajar di Syiria masih aktif di sekolah UNRWA. Selain itu, 24.107 anak-anak bersekolah di sekolah negeri yang juga dijalankan UNRWA.

Yarmuk dulunya adalah rumah bagi 150 ribu warga Palestina dan Syiria. Sekarang kota ini hanya menampung sekira 18 ribu warga sipil. Yarmuk menjadi pusat perhatian dunia karena isu kelaparan yang menimpa penduduknya.

Kamp ini sendiri telah menjadi situs pertempuran berat antara pemerintah dan kelompok oposisi. PBB telah diblokir dari upaya penyuplaian makanan ke kamp tersebut oleh pemerintah Syiria dan kelompok ekstrimis.

Tidak ada bantuan makanan yang masuk ke Yarmuk sejak 13 Mei ketika dua personel militer Syiria menembakkan senjata mereka ke daerah distribusi bantuan PBB. Menurut data PBB, hanya 25 persen orang di Yarmuk mendapatkan kebutuhan makanan minimal mereka. "Mereka hanyalah orang biasa yang hanya menginginkan hidup layak dan pendidikan,"  tutur Gunnes. (t/r9/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru