Arza adalah teman baikku sejak kecil. Dia kawan yang paling mengerti aku, setiap hari kami selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Dia selalu ada untukku setiap saat. Aku selalu curhat sama Arza tentang hal kecil apapun yang kualami, begitu juga dengannya terhadapku. Hari ini adalah hari pertama aku dan Arza masuk sekolah. Aku sudah memakai seragam putih abu-abu yang menurutku artinya sudah dewasa. Seperti biasa, Arza menjemputku ke rumah setelah berpamitan kami pun berangkat bersama dengan menggunakan sepedamotor milik Arza.
“Reyra keren gak sepedamotor baru aku?†tanya Arza.
“Keren. Keren banget, Za...Kalau berangkatnya kaya gini setiap hari aku gak capek jalan kaki sama kamu.â€
“Enak aja yang kamu pikirinâ€.
“Ya dong, ya udah yuk berangkat nanti kita telat...â€
Hari pertama adalah hari MOST pertama. Hari kami habis dikerjain sama kakak kelas. Hari kedua juga tidak beda jauh dari hari pertama. Hari ketiga adalah hari yang sedikit lebih baik dari hari pertama dan kedua, hanya disuruh baris-berbaris saja. Hari ini berbeda dengan hari biasa, ada kakak kelas yang mengajari kami baris-berbaris, sepertinya orangnya lembut, baik, aku tau karena dia selalu datang menghampiriku.
“Dek ini tangannya kurang lurus dilurusin lagi ya....â€
“Iya kak...†jawabku.
Akhirnya peraturan baris-berbaris pun usai. Tanpa aku sadari ada seorang cowok yang menghampiriku, dia adalah kakak kelas yang mengajariku PBB (peraturan baris-berbaris) tadi.
OMG...ngapain ya kakak ini datang menghampiriku ....tanyaku dalam hati.
“Hay...â€
“Kenalin aku Dive. Kalau boleh tau nama kamu siapa?â€
“Aku Reyra, Kakâ€
“O ya...kakak bisa minta nomor hp kamu gak?â€
Haaa. Aku bingung kok cowok sekeren ini mau ya minta nomor hp aku?
“Hey kok bengong?â€
“O..bisa kak. “Setelah memberikannya aku permisi pulang.
“Hati-hati ya...,†kata Kak Dive dengan tersenyum.â€
Aku pun langsung pergi sambil membayangkan senyuman yang aku terima dari kak Dive. Sampai diparkiran aku sudah ditunggu lama oleh Arza.
“Aduh..Reyra kamu ke mana aja sih. Aku udah lumutan nungguin kamu di sini.â€
Ya maaf, tadi aku ada urusan bentar.â€
“Ya udah yukk..kita makan dulu ya....â€
“Ya Udahâ€
Meskipun aku pulangnya telat mama sama papa gak pernah marah kalau aku jalan sama Arza, mereka selalu percaya sama Arza.
“Ok za tenang ajaâ€
Arza memang sahabatku yang paling mengerti keadaanku. Aku sayang banget sama Arza. Meskipun Arza kelihatannya mulai bosan dengan ceritaku tentang Kak Dive, dia selalu mendengarkan aku. Hari ini adalah hari Sabtu seperti biasa aku selalu berangkat dengan Arza. Yang paling mengejutkanku ketika pulang sekolah aku diajak jalan sama kak Dive. Aku sih mau-mau aja. Tapi sebelum jalan sama kak Dive aku bilang sama Arza kalau aku gak bisa pulang bareng dia hari ini.
“Tapi kalau mama nanya bilang aja aku pergi sama temen ya, Za.â€
“Ok dehâ€
Ketika jalan bareng Kak Dive tiba-tiba Kak Dive pegang tangan aku. Trus dia ngomong. “Reyra aku tuh udah lama suka sama kamu.†Sambil menyerahkan bunga mawar yang dari tadi disembunyikan Kak Dive di belakangnya. “Kamu mau gak jadi pacarku?â€
Hatiku bagaikan bunga-bunga mawar yang indah, kata-kata yang aku harapkan dari Kak Dive akhirnya keluar juga dari mulutnya sendiri. Tanpa berpikir panjang lagi aku pun menjawab
“Aku mau jadi pacar kakakâ€
“Yess..†kata Kak Dive seperti anak kecil yang baru nerima hadiah dari orangtuanya tapi aku gak lupa prinsipku, aku ingin banget cinta pertamaku ini jadi cinta terakhirku.
***
Sewaktu pulang aku pun langsung ke rumah Arza.
Aku kenal banget gimana Arza ada sesuatu yang dia sembunyikan setelah aku menantap matanya. Pagi ini Arza tampak tidak seperti biasanya wajahnya lesu dan gak bersemangat.
“Za kamu kenapa?â€
“Aku ga apa-apa ra, Kamu gak dijemput sama Dive?
“Ya gak. Jauh banget kalau dia harus jemput aku.â€
“Nanti dia cemburu lagi..
“Ya gak mungkinlah dia juga udah tau kalau kita sering barengan.â€
“Ya udah berangkat yukk...â€
Setelah beberapa minggu aku jalan dengan Kak Dive semakin kelihatan sifat aslinya. Kak Dive mulai ngelarang aku gak boleh jalan sama Arza. Semua gak boleh. Aku selalu nurut apa kata Kak Dive, mungkin karena Kak Dive sayang sama aku kali ya...
Sore harinya aku diajak Arza jalan yang pastinya tanpa sepengetahuan Kak Dive. Aku sengaja diajak jalan sama Arza. Soalnya dia mau nunjukin sesuatu. Setelah melihat apa yang Arza udah tunjuki. Hati aku terasa disayat-sayat sembilu. Aku melihat Kak Dive jalan sama cewek lain. Dia temen satu kelasku namanya Bina. Meskipun hatiku sakit aku menghampiri mereka dengan tersenyum. Seketika wajah Kak Dive berubah menjadi pucat..
“Ehh Reyra kamu jalan sama siapa ke mari?†tanya Bina.
“Aku jalan sama Arza.â€
“Ooo gitu. Ini kenalin kakak kelas kita sekaligus pacar aku.â€
Pada saat itu aku seperti disambar petir dan kena penyakit amnesia. Tapi aku coba untuk tetap tenang.â€
“Oo, selamat ya...â€
“Ya udah aku ma Arza mau jalan dulu sampai ketemu besok ya,†kataku dengan senyuman yang sebenarnya gak ingin aku keluarkan. Setelah berjalan menjauh dari mereka berdua Arza ngomong. “Aku tau kamu butuh waktu untuk sendiriâ€
“Ya Za aku mau ke rumah dulu ya.â€
Besok paginya aku dan Arza sampai di sekolah dan orang yang paling aku benci saat ini ada di tempat parkiran.
“Reyra aku bisa jelasin semua..â€
“Semua udah jelas, Kak. Aku mau putus anggap aja kita gak pernah ketemu. “Meskipun hatiku lagi galau tapi ada sahabat yang selalu ada untukku, yaitu Arza. Keesokan harinya Arza membawaku ketempat favoritku yaitu ke perkebunan teh yang udah lama gak kami kunjungi.
“Aku kemaren gak bermaksud buat kamu sedih, Ra..â€
“Yaa aku justru berterima kasih sama kamu.â€
“Kamu tau gak kenapa aku bela-belain nunjukin itu sama kamu.â€
“Karena aku sebenarnya udah suka sama kamu, tapi kemaren aku belum berani ngomong sama kamu.â€
Aku tiba-tiba tersentak. Kenapa aku baru sadari semua perhatian yang Arza berikan selama ini.â€
“Reyra aku mau kamu jadi pacar akuâ€
Aku diam seribu bahasa aku gak bisa ngomong apa-apa.
“Kamu gak harus jawab sekarang kok, ya udah kita pulang ya...â€
Esok harinya aku mau ngasih jawaban sama Arza.
“Za aku mau jadi pacar kamu.â€
“Makasih ya, Reyra. Kamu mau percaya sama aku buat jagain kamu.â€
“Makasih juga udah mau jagain aku.â€
Ternyata rasa sayang sebagai sahabat bisa berubah jadi cinta dan pelajaran yang paling penting buat aku ‘cinta pertama itu gak selamanya jadi cinta terakhir kita’. I LOVE U ARZA. (h)