Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Remaja Desa Gunakan Teknologi untuk Kemajuan Bukan Semata Hiburan

- Minggu, 27 Juli 2014 11:57 WIB
343 view
Remaja Desa Gunakan Teknologi untuk Kemajuan Bukan Semata Hiburan
SIB/ist
Dolok Sanggul (SIB)- Vice President Sales & Marketing Area Sumatera Telkomsel Ericson Sibagariang mengajak remaja di desa untuk menggunakan teknologi sebagai salah satu media menggapai kemajuan dan bukan semata untuk hiburan. “Remaja di kampung saya justru masih menjadi penonton kemajuan teknologi. Mereka punya HP bahkan smartphone tapi tidak dimaksimalkan untuk menggali ilmu,” ujar pria yang sudah mengabdikan sebagian besar usianya untuk kemajuan teknologi informasi di Indonesia tersebut, Jumat lalu kala mengunjungi daerah kelahirannya.

Menurut pria macho dan modis itu, bermacam kegunaan yang dimiliki Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh banyak kalangan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat, termasuk di dalamnya untuk pengembangan ekonomi, sosial, dan pendidikan.

 â€œKonsep pembangunan dengan memanfaatkan TIK ini dikenal juga dengan istilah ICT4D (Information and Communication Technology for Development) atau teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan,” tandas pria yang jago golf dan punya stamina tinggi tersebut. “Dulu saya di Dolok Sanggul bertani, berenang sampai Danau Toba!

Konsep ICT4D itu adalah program penyediaan akses teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, ke berbagai institusi dan berbagai daerah. Di Indonesia, salah satu program penyediaan akses internet yang dilaksanakan pemerintah untuk daerah-daerah itu adalah program Desa Punya Internet (Desa Pinter). Melalui program-program seperti Rumah Pinter itu, dalam satu atau dua tahun ke depan, pemerintah menargetkan seluruh desa yang ada di Indonesia sudah memiliki akses internet. “Pemerintah punya program internet masuk desa. Telkomsel menyambutnya dengan ragam konten yang dapat mempercepat kemajuan, khususnya ilmu di masyarakat,” ujar Ericson Sibagariang sambil mengatakan internet, seperti juga teknologi lain, memiliki karakter dan potensi yang efek penggunaannya tidak dapat diprediksi dan diantisipasi secara enteng. “Caranya, gauli teknologi tersebut. jangan jadi penonton!”

Yang menyedihkan baginya adalah aksi remaja sebagai pelaku vandalisme. Di banyak tempat di Sumatera termasuk di Deliserdang, Tanah Karo, Binjai Langkat dan Medan adanya kerawanan pencurian ragam benda base transceiver stations (BTS) dalam cakupan tower Telkomsel.

Pengrusakan dan pencurian itu berdampak pada kualitas komunikasi bahkan sama sekali tak berfungsi.

Mengutip data dari General ICT Operation Region Sumbagut Telkomsel Awal R Chalik, Ericson Sigariang mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengantisipasi pencegahan perangkat pada tower dengan melakukan peningkatan pengamanan perangkat melalui perkuatan rack battery, bunker battery, pelindung feeder.

Menurutnya, hampir merata di sejumlah daerah ada terjadi pencurian. Di Medan, ujarnya, kasus pencurian ditangani Polsek Medan Baru dan Polsek Sunggal. “Itu sebabnya saya mengajak remaja di kampung halaman ini untuk memaksimalkan keberadaan teknologi. Tetapi mereka yang terlibat vandalisme apalagi pencurian pada aset negara melalui BTS Telkomsel tersebut diselesaikan dengan jalur hukum.”

Pria yang menjadikan teknologi informasi sebagai lifestyle itu menegaskan, vandalisme merugikan Telkomsel dan  masyarakat luas karena dengan dicurinya alat-alat terkait komunikasi digital tersebut merugikan masyarakat. (t/r9/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru