Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Nathan Han Raih Gelar Remaja Terpintar di Dunia Bidang Sain

- Minggu, 10 Agustus 2014 11:35 WIB
601 view
Nathan Han Raih Gelar Remaja Terpintar di Dunia Bidang Sain
Nathan Han dalam selebrasi pasca penetapan jawara sebagai pelajar terpintar di dunia bidang sain di Los Angeles, AS.
Los Angeles (SIB)- Intel Internasional Science & Engineering Fair 2014 sukses digelar di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Perhelatan diikuti lebih dari 1500 siswa dari 70 negara di dunia untuk berkompetisi menjajal temuan terbaik di bidang sains dan teknologi. Dalam kompetisi sains terbesar di dunia tersebut, Nathan Han sebagai pelajar terpintar di dunia bidang sain. Remaja berusia 15 tahun itu menerima bergengsi Gordon E Moore yakni anugerah di Intel International Science and Engineering Fair, yang merupakan kompetisi sains praperguruan tinggi internasional terbesar.

Bria berkaca mata tersebut menciptakan perangkat lunak yang dapat mengidentifikasi dan memprediksi kanker yang menyebabkan mutasi pada DNA seseorang. "Saya melakukan semua itu dengan pertambangan data mutasi dari database domain publik online dan kemudian melakukan analisis statistik pada bagaimana mutasi mengubah sifat tertentu dari protein," jelasnya seperti disiarkan HuffPost Live, Jumat, (8/8).

Atas prestasi yang muncul karena pengalamannya tersebut, Han menerima hadiah 75.000 dolar AS atau setara dengan Rp900 juta. Saat mengambil hadiah yang membanggakan tersebut, Han sempat berkecil hati karena harus menunda menguji kemampuannya di laboratorium sebab usianya masih terlalu muda.

 "Saya mendapat penolakan dari sekelompok magang untuk alasan kewajiban karena saya baru berusia 15 tahun dan hanya usia 16 tahun mendapat banyak peluang seperti itu," kata Han. "Tapi saya pikir pesan utama adalah jangan takut untuk mengejar impian, bahkan jika sesuatu musibah seperti itu atau hambatan terjadi."

Intel-International Science Engineering Fair (Intel-ISEF) baru saja ditutup pada tanggal 16 Mei 2014  di Los Angeles Convention Center (LACC), California, Amerika. Dari Indonesia diikuti dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, yaitu Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma yang meraih dua penghargaan di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF). Melalui karya ilmiah berjudul "Green Refrigerant Box", Muhtaza dan Anjani sukses meraih penghargaan Development Focus Award dan hadiah senilai 10.000 dolar AS atau setara dengan Rp120 juta.

Karya ilmiah kulkas tanpa listrik dan freon ini fokus pada pemanfaatan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah dan sayur.


Dengan teknologi yang dikembangkan Muhtaza dan Anjani, suhu awal 28 derajat celsius di kulkas tanpa listrik dan freon ini mampu turun menjadi 5,5 derajat celsius dalam waktu 2 jam 20 menit.

Ide mengembangkan teknologi tersebut didasari atas potensi sumber daya alam buah-buahan dan sayur-sayuran di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Namun, daerah itu memiliki masalah yang berkaitan dengan listrik.

Intel selaku pihak yang membawa teknologi Muhtaza dan Anjani ke Intel ISEF 2014 percaya bahwa generasi muda adalah kunci untuk mengembangkan inovasi. Muhtaza dan Anjani diharapkan bisa menjadi inspirasi siswa lain untuk terlibat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika sebagai dasar untuk kreativitas. (t/r9/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru