Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Makna Natal Bagi Anak Panti Asuhan Raphael

- Minggu, 21 Desember 2014 17:48 WIB
1.035 view
Makna Natal Bagi Anak Panti Asuhan Raphael
SIB/Dok
Anak PA Raphael: Sebagian anak-anak warga Panti Asuhan (PA) Raphael Jalan Rotan 9 / 4 Perumnas Simalingkar Medan bersama pendamping Victor Simangunsong, Pimpinan Gereja Pentakosta Sumatera Pdt K Sirait SH, Alfon Sirait BA, Wakil Ketua GAMKI Medan Saragi
Medan (SIB)- Natal membawa damai dan suka cita. Sama seperti yang dirasakan anak-anak penghuni Panti Asuhan Raphael Jalan Rotan 9 / 4 Perumnas Simalingkar Medan. Di bawah pimpinan Pdt O Simangunsong STh, 51 anak-anak yang dibina menyambut dan  merayakan hari kelahiran Sang Penebus Dosa Dunia dalam kebahagiaan.

“Setiap bulan Natal, undangan tak pernah berhenti. Kami memeringati hari kelahiranNya dengan suka. Terima kasih atas perhatian sesama umat tapi yang terpenting adalah bagaimana mendayagunakan anak-anak agar menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang cinta dan takut padaNya,” ujar pendamping anak-anak Victor Simangunsong saat menghadiri Perayaan Natal Keluarga Besar CV Sartika Group di Grand Antares Internasional Indonesia Hotel, Medan, Kamis, (18/11), didampingi Pimpinan Gereja Pentakosta Sumatera Pdt K Sirait SH, Alfon Sirait BA, Wakil Ketua GAMKI Medan  Saragih.

Kehidupan di PA Raphael sama seperti dalam satu rumah tangga. Sehari-hari diisi dengan rutinitas tapi penekanannya dalam doa dan memuliakanNya sesuai ajaran Yesus Kristus. “Kendala sebagaimana panti lain adalah biaya karena yang dibutuhkan tak semata untuk menyambung hidup, tapi anak-anak harus juga sekolah. Jika bisa sampai ke jenjang universitas,” tandas Victor Simangunsong sambil mengatakan butuh biaya besar untuk mewujudkan hasrat muliat tersebut.

Sama seperti yang dipikirkan dan diperjuangkan pengelola panti, warga panti pun ingin punya masa depan yang lebih cerah. “Jika Tuhan berkehendak, apa yang aku rasakan, tidak lagi dirasakan kawan-kawan lain,” ujar Tadius Tukari  Hati Giawa.

Pria kelahiran Telukdalam, Nias Selatan pada 25 November 1998 itu menjadi anggota panti karena keterbatasan ekonomi keluarga. Ibunya meninggal sebab gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan pulau indah kaya ikan tersebut. Ayahnya, jadi labil ingatan. “Saudaraku yang mengantar aku menjadi penghuni panti. Sejak diantar sampai sekarang, aku tidak pernah berjumpa lagi dengan orangtuaku. Jangankan ketemu, bicara saja, tidak pernah. Tapi aku bahagia karena masih ada orang yang peduli,” ujar pelajar SMP Parulian 5 Simalingkar yang hobi futsal tersebut. “Meski makan dan sekolah dibiayai, tapi sesungguhnya aku ingin mandiri!”

Dengan kondisi seperti itu, Tadius menyimpan keinginan bertemu (alm) ibunya, Sendana dan kembali berkumpul dengan ayahnya. “Bagi Tuhan tiada yang mustahil, kan,” ujar penyuka lagu Saat Kutak Melihat JalanMu itu. “Kalau bisa aku ingin menjadi tentara biar bisa melindungi ayahku, melindungi keluargaku dan membantu sesama!”

Keinginan menjadi tentara dilatarbelakangi bantuan TNI pasca gempa dan tsunami di tanah kelahirannya. “Aku ingin membalas kebaikan semua orang yang pernah kurasakan. Kalau jadi TNI mungkin bisa kulakukan semua itu,” desis remaja yang masih menitikkan air mata jika mendengar lagu Ayah sebab rindunya pada orangtuanya.

Akan halnya perayaan Natal bertema Jadi Siapa Yang Ada di Dalam Kristus, ia Adalah Ciptaan Baru yang Lama Sudah Berlalu, Sesungguhnya yang Baru Sudah Datang 2 Kor, 5: 17) dan subtema Melalui Semangat Natal Keluarga Besar CV Sartika Group Kiranya Kita Dapat Berubah untuk Menjadi Lebih Baik Lagi diisi menyantuni ratusan anak panti dan berbagi dengan keluarga besarnya.

Pimpinan CV Sartika Group Pdt K Sirait SH mengatakan berbagi adalah keharusan seperti yang diajarkanNya. (r9/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru