Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

2015, Kehidupan Remaja Lebih Sehat

- Minggu, 11 Januari 2015 17:52 WIB
350 view
Medan (SIB)- Meninggalkan 2014, keoptimisan diterakan dalam menapaki tahun 2015. Sejumlah persoalan yang memerosokkan remaja diharapkan tidak lagi terjadi ke depannya. Minimal kuantitas dan kualitasnya ditekan seminim mungkin agar kehidupan remaja lebih sehat. Untuk mencapainya diperlukan kesamaan pola pikir yang tujuannya sama, pencapaian lebih baik.

Sejumlah penggiat dunia generasi muda dan remaja di banyak tempat menyuarakan pendapatnya. Mike Purba SPdK dan Leonardo Manalu SPdK menegaskan, kehidupan yang lebih sehat dengan parameter norma agama dan moral. “Bila acuannya jelas, maka outputnya pun jelas dengan ukuran kualitas,” tandas Mike Purba saat memandu acara religi Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Sekolah Tinggi Theologia Paulus Medan, Jumat, (9/1) di Alpha - Omega Hall Medan.

Pria kelahiran Medan, 8 November 1987 putra pasangan Batu Songkak Purba - Ny TU Sinambela itu mengatakan, dalam era yang serba canggih dan mengandalkan teknologi, yang jadi sasaran adalah anak dan remaja karena secara psikologi pada fase seperti itu yang cepat mengadopsi hal baru. “Untuk itu diperlukan teknologi yang juga sehat,” tandas pria yang hobi nyanyi tersebut.

Leonardo Manalu menambahkan posisi serba dilema dalam usia anak dan remaja harus disikapi dengan bijak. Alasannya, jika mensterilkan, berdampak ketertinggalan. “Yang terbaik adalah harus membuat filter. Caranya menanamkan moral agama yang baik,” tandas fungsionaris BKAG Binjai kelahiran Binjai, 21 Februari 1992 putra pasangan Brentus Simamora - Ny Nurmawati Silaban.

Katran Manalu sepakat dengan usulan terdahulu, tapi sesuai perkembangan zaman harus memosisikan anak dan remaja sebagai subyek. Menurut putra kelahiran Tarutung, 27 Agustus 1992 itu, meski berada dalam satu negara namun secara psikologis generasi muda beda pemahaman karena budaya masing-masing daerah. “Pengupayaan lingkungan sehat yang berpijak pada moral agama, idealnya dikaitkan dengan kearifan lokal budaya masing-masing. Dengan cara itu, pengadopsian hal-hal baru dapat sejalan dengan budaya yang mengakar,” tandas putra pasangan Rajin Manallu - Ny Arina Aritonang tersebut.

Sesuai dengan sifat dan keinginan dunia anak dan remaja, Cony Cristi Hutagaol, perlu ditambah kriteria menjadikan kehidupan lebih sehat dengan cara menempa menjadi pejuang sejati. Alasannya, ujar perempuan kelahiran Medan, 17 Desember 1992 itu, dalam masa adolesence menginginkan hal-hal heroik sebagai panutan. “Hal seperti itulah dibutuhkan kesejatian,” ujar putri pasangan Jonnes Hutagaol - Ny Sorta Sihombing tersebut.

Hal serupa diutarakan Helen Kristina Zalukhu. Gadis kelahiran Medan, 18 Oktober 1989 itu mengatakan, selain upaya menempa moral untuk kehidupan remaja yang sehat, generasi muda pun idealnya dibimbing dalam menyosialisasikan diri. “Punya moral yang baik, sangat terpuji tapi harus diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak gagap,” tandas putri pasangan A Zalukhu - Ny N Simanjuntak tersebut.

Yang jadi soal, menurut Sotia P Hia, semakin minimnya peluang dan kemungkinan remaja bersosialisasi menuangkan kreativitas. Menurut perempuan kelahiran Medan pada 20 Juni 1993 tersebut, teknologi membuka peluang sangat lebar bagi kreator tapi berbarengan dengan itu ada ‘ranjau’ yang siap menelan. “Itulah diperlukan moral yang kuat, baik yang diperoleh dari pengajaran adat-istiadat dan norma agama maupun beriringan dengan kehidupan tersebut,” tutup putri pasangan Analisa Hia - Asni Z tersebut.

Mengacu pada pengalaman masing-masing pihak yang disebutkan di atas, dalam sosialisasi diri dan kreativitas, difasilitasi oleh lembaga berkualitas dari sisi ilmiah dan agama. “Bila hanya satu sisi yang kuat, misalnya keilmiahan namun tak dibarengi moral agama, maka pribadi individu tertentu akan jadi seperti robot,” tutup Leonardo Simamora didampingi Widia Silaen.

Dalam kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Sekolah Tinggi Theologia Paulus, sejumlah kreator dan kreativitas remaja diberi peluang untuk tampil. (r9/h)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru