Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026
Cerpen

Senyum yang Hilang

Karya : Sri Rejeki Padang Poltekkes Kemenkes Gizi Medan
- Minggu, 11 Januari 2015 18:03 WIB
434 view
Malam ini keyla memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Sepanjang perjalanan ia hanya terdiam dan bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi. Malam ini ia merasa dingin sekali dan ia terlelap dalam tidurnya dengan segudang pertanyaan.

Cahaya matahari menembus kaca mobil dengan kilauannya,keyla terbangun dan melihat pemandangan dari dalam kaca mobil,tanpa ia sadari bahwa ia telah sampai dikampung halamannya.

“Dek ,alamatnya di mana,” tanya supir.

Keyla hanya melamun dan tak mendengarkan pertanyaan pak supir.

“Dek, alamat kamu di mana”?
Keyla baru menyadari bahwa ia telah sampai di kampung halamannya saat ini melihat sekolah tempat ia belajar dulu dan ia segera  memberitahukan alamatnya  kepada pak supir.

***
Keyla tiba di depan pintu gerbang rumah dan langsung disambut ayahnya dengan sebuah senyuman, namun senyuman itu tidak seperti biasanya. Keyla pun membalas dengan senyuman terbaiknya walau sebenarnya hatinya tak puas dengan senyum ayahnya kali ini.

Keyla masuk ke dalam rumah dan segera membereskan barang-barangnya. Sesekali memperhatikan keadaan namun ia tidak mendapatkan jawaban akan pertanyaannya selama ini.

Ia segera mandi dan sarapan, namun tidak mendapati ibunya, “Yah,ibu di mana”?
“Ibu sedang pergi ke luar sebentar,” jawab ayah.

Keyla hanya terdiam dan memperhatikan seluruh gerak-gerik ayahnya. Beberapa jam kemudian ibunya datang.
“Ibu dari mana”?
“Dari rumah tantemu. Ada urusan tadi,” jawab ibu.

Kemudian ibu  berbincang-bincang dengan ayahnya tanpa mereka sadari bahwa Keyla sedang memperhatikan. Ia ingin mencari tahu masalah apa yang sedang terjadi, mengapa mereka begitu sedih dan sibuk dengan hal-hal yang tak ia ketahui sama sekali Mengapa mereka tak masuk kerja.

Siang harinya, adik bungsunya pulang dari sekolah,
“Jam berapa kakak tiba dirumah”? tanya adik bungsunya
“Sekitar jam sembilan,” jawabnya
“Bagaimana di sana menyenangkan tidak?”
“Sedikit menyenangkan,” jawabnya.

Keyla menyuruh adiknya berganti pakaian dan makan siang. Ia  kemudian menonton televisi dan selalu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi sampai tertidur lelap. Kemudian adik bungsunya membangunkannya dan memintanya menceritakan apa yang ia alami selama berada di kota.

Namun, Keyla segera memotong pembicaraan adiknya “Apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan ayah dan ibu dan mengapa mereka tidak masuk kerja?
Adik bungsunya  berlari ke kamar dan mengambil secarik amplop Ia menyuruh Keyla membukanya “Kak, jangan terkejut”.

Perlahan-lahan Keyla membuka amplop tersebut dan membaca isi dari surat tersebut. Betapa ia  ingin menangis dan memeluk kedua orangtuanya. Kini Keyla mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ada dipikirannya selama ini. Kedua orangtuanya telah diberhentikan dari tempat mereka bekerja.

Selama ini mereka menyembunyikan hal tersebut darinya. Keyla tak tahu mengapa mereka tak memberitahunya Mungkin karena aku sedang konsentrasi menghadapi ujian? tanyanya dalam hati.

Malam ini terasa tak seperti malam sebelumnya saat aku berkumpul dengan kedua orangtuaku. Aku tak lagi melihat senyum mereka, yang kulihat hanya kesedihan dan kegelisahan mereka. Aku hanya menunggu mereka memberitahuku yang sebenarnya walapun kini aku telah mengetahui hal tersebut” katanya dalam hati.

Keyla  ingin bertanya namun ia takut. Keyla hanya bisa menatap wajah kedua orangtuanya, sesekali air matanya bercucuran dan ia segera menghapus air matanya. Keyla tak ingin kedua orangtuanya melihat kesedihannya.

Ia berjalan ke teras rumah dan melihat ke langit “Tuhan tak sanggup ku melihat orangtuaku dalam keadaan saat ini”.

Tanpa ia sadari, ibunya datang menghampiri Keyla yang sedang termenung.

“Bagaimana ujiannya,” tanya ibunya.
“Baik Bu, Aku dapat menjawab pertanyaan yang diberikan”
“Baguslah,
Kapan pengumuman hasil test nya,” tanya  ibu lagi
“Besok pagi Bu”
“Semoga hasilnya baik”
“iyah bu”
***
Malam ini Keyla tak dapat tidur nyenyak. Ia khawatir akan hasil pengumuan besok pagi, karena tak ingin menambah kesedihan orangtuanya. Sesekali air matanya  jatuh dan membasahi pipinya, sampai ia tertidur lelap.

Keesokan paginya, Keyla bangun dan tak mendapati ibunya, Ia melihat ke arah jam, ternyata bangun kesiangan, dan hanya mendapi ayahnya sedang duduk di teras rumah.

Keyla  segera bergegas mandi dan sarapan pagi.  Segera membersihkan rumah. Tiba-tiba ayahnya datang menghampirinya.
“Bagaimana hasil pengumumannya,” tanya ayah.

“Belum tahu Yah, Aku belum melihatnya” jawabnya.

“Kalau begitu mari kita buka di internet”.
“Baik, yah” jawabnya
Mereka segera membuka laptop dan membuka hasil pengumumannya diinternet,dengan hati yang bimbang dan tak karuan keyla melihat hasil pengumuman mulai dari urutan pertama sampai terakhir,ternyata ia berada diposisi urutan ke 83. Keyla  sangat senang karena ia dinyatakan lulus dan melihat ke arah ayahnya, ia melihat sebuah senyuman yang selama ini hilang dari wajah ayahnya.

Ayahnya langsung mengucapkan selamat  dan menyalamnya. Tiba-tiba dari pintu, ibunya masuk dan melihat mereka sedang tersenyum dan ayahnya langsung memberitahu ibunya, ibunya langsung memeluk tubuh mungil keyla dan berkata “Selamat nak setidaknya hasil yang engkau dapat menghibur kami”
Mendengar hal tersebut air mata-nya bercucuran dan keyla melihat kedua orangtuanya larut dalam kegembiraan. Dan ia berkata dalam hati” itu adalah senyum yang hilang selama ini”……..(i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru