Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Patrick Bryan, Juara OSN Pukau Dunia di Argentina

- Minggu, 18 Januari 2015 14:51 WIB
577 view
Patrick Bryan, Juara OSN Pukau Dunia di Argentina
Jakarta (SIB)- Patrick Bryan Nugraha kembali mengukir prestasi. Setelah mencengangkan Indonesia sebab muncul sebagai peraih medali emas di bidang fisika dalam kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 di Padang pada Mei 2014, pria 14 tahun itu memukau dunia. Prestasinya adalah meraih medali perak dalam International Junior Science Olympiad (IJSO) yang berlangsung pada 2–11 Desember 2014 di Mendoza, Argentina.

Patrick tak ingin pintar sendiri, tapi berharap apa yang dilakukannya menjadi inspirasi   remaja lainnya. Persoalannya, meski jawara fisika namun Patrick  tak suka kimia dan biologi. “Kuncinya, jangan menyerah,” ceritanya di Jakarta, Jumat (16/1).

Siswa SMP Ipeka International Christian School (IICS) Jakarta itu  menjadi wakil Indonesia ke IJSO merupakan olimpiade tahunan yang biasanya diadakan tiap Desember dengan memperlombakan bidang sains, seperti fisika, kimia dan biologi, untuk siswa-siswi berusia sekitar enam belas tahun atau lebih muda.
Kompetisi IJSO  melibatkan juri-juri yang berasal dari institusi pendidikan di Argentina yang disebut RECREO. Penyelenggaraan IJSO 2014 adalah yang kesebelas kalinya. Tahun lalu, IJSO diadakan di Pune, India.

Para peserta kompetisi IJSO dari Indonesia merupakan para pemenang OSN yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya menghadapi berbagai kesulitan, tidak menguasai biologi dan kimia. Setelah dibina dan persiapan selama tiga bulan dari dosen-dosen yang berpengalaman, saya mendapatkan materi yang seharusnya diajarkan pada saat kuliah. Saya bisa melewati kesulitan itu dengan bantuan para dosen, teman-teman, serta dukungan dan doa dari keluarga," katanya. "Selama perlombaan sendiri tantangan terbesar adalah bagaimana bisa mengendalikan diri dengan tetap tenang dan tidak terintimidasi oleh lawan!”

Patrick yang lahir di Jakarta, 10 Februari 2000, ini dari dulu selalu mempertanyakan kejadian-kejadian di lingkungan, seperti kenapa langit berwarna biru atau kenapa bumi berputar. Menurutnya, satu-satunya hal yang dapat menjelaskan fenomena alam ini adalah sains.

Patrick hanya tertarik membaca artikel sains dan biografi berbagai ilmuwan hebat di masa lalu yang penemuannya berjasa bagi kehidupan manusia sekarang.

 "Sejak itu saya terinspirasi untuk mempelajari sains dan semoga saya bisa seperti ilmuwan yang saya baca ceritanya selama ini. Harapan terdekat saya ingin dapat mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional agar dapat mengharumkan nama sekolah dan Indonesia,” ujarnya. (t/r9/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru