Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Fanatisme Remaja Pulau Dewata pada Bahasa Bali

- Minggu, 22 Maret 2015 16:11 WIB
617 view
 Fanatisme Remaja Pulau Dewata pada Bahasa Bali
SIB/Dok/ r
Fanatisme Bahasa: Remaja Jembrana, Bali, menggelar aksi cinta bahasa Bali.
Negara (SIB)- Remaja Bali memiliki fanatisme tinggi pada bahasa ibu yang brasal dari Pulau Dewata. Selain menyosialisasikan bahasa Bali dalam pergaulan keseharian, baik antarremaja setempat maupun dengan pendatang, remaja setempat pun tetap antusias mempertahankan muatan lokal Bahasa Bali dalam kurikulum sekolah.

Remaja Kabupaten Jembrana, misalnya, mempertahankan muatan pelajaran Bahasa Bali. Meneguhkan hasrat tersebut, remaja setempat menampilkan adegan lawak dengan sindiran penghapusan muatan lokal bahasa Bali menjadi satu dengan seni budaya.

Gusti Komang Heriawan, contohnya, selain mengonsolidasikan remaja di Negara, Jembrana, Bali untuk tetap menggunakan bahasa ibu, juga mempertahankan agar pelajaran Bahasa Bali digarap lebih spesifik dalam kurikulim 2013. “Bahasa Bali merupakan bahasa Ibu dan merupakan bagian dari kasanah budaya Bali dan satu kesatuan dalam peradaban budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam, namun kenapa mesti dikeluarkan dari kurikulum.”
Selain ragam kegiatan pun ada komunitas Remaja Pencinta Bahasa Bali. Aksi tersebut pun didukung ragam pihak termasuk pemerintah setempat. "Kami dari Pemkab Jembrana sangat mendukung apa yang diinginkan para remaja ini, pihaknya  bersama DPRD Jembrana akan mengawal dan berjuang ke Propinsi agar keputusan pemerintah pusat bisa dirubah," ungkap Made Sudiada, salah seorang pejabat di Pemkab Jembrana.

Melalui bahasa Bali, kebudayaan Bali pun semakin lestari sebab kebudayaan di Pulau Cinta itu menyatu dengan bahasa ibu. (T/R9/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru