Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 01 Agustus 2026

Game Impossible Rush Ciptaan Remaja 15 Tahun Jadi Rebutan 3 Raksasa Teknologi Dunia

- Minggu, 12 April 2015 16:32 WIB
596 view
Game Impossible Rush Ciptaan Remaja 15 Tahun Jadi Rebutan 3 Raksasa Teknologi Dunia
SIB/Dok
Ben Pasternak menunjukkan game dinamai Impossible Rush, permainan iPhone yang menaikkan statistik App Store ke tingkat yang lebih tinggi.
Menlo Park (SIB)- Ben Pasternak kini jadi remaja paling populer di dunia game. Hobinya hingga menciptakan permainan digital dinamai Impossible Rush membuat remaja 15 tahun asal Australia tersebut menjadi rebutan 3 raksasa teknologi dunia. Ketiganya — seperti Google, Facebook dan Yahoo — ingin membeli harga mahal ciptaannya sebuah permainan iPhone yang menaikkan statistik App Store ke tingkat yang lebih tinggi.

Game dirilis sejak Oktober 2014 dan telah diunduh 500.000 kali setelah enam minggu berada di toko aplikasi Apple. Angka tersebut mengalahkan rekor aplikasi populer lainnya sekelas Google dan Twitter.

Ben menciptakan permainan dibantu rekannya, remaja asal Chicago, Austin Valleskey. Prosesnya sederhana. Karena bosan di kelas, ke luar untuk istirahat dan main game. Jadilah.

Departemen Magang Facebook mengundang Pasternak bermain di markas perusahaan tersebut di California. Wakil Presiden Pencarian Google Yossi Matais juga mengundang  Ben ke kampus perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California. Ben pun diminta hadir dalam sebuah event kompetisi aplikasi remaja, Hack Generation Y. Ajang itu merupakan kompetisi menciptakan game dalam waktu 36 jam.

Ben bersama keluarganya sedang berada di Sillicon Valley, Amerika Serikat untuk bertemu dengan para raksasa teknologi sekaligus atas undangan untuk menghadiri acara tersebut yang diadakan Google dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Bocah jenius ini merupakan satu di antara 20 anak muda di luar Amerika Serikat yang diundang. Dari persuaan itu, Ben lebih menonjol dari yang lainnya selama proses pendaftaran. Terutama dengan karya yang sudah diselesaikannya berupa aplikasi agregator media sosial bernama One. 

Sadar jadi incaran perusahaan teknologi dunia, Ben bersikukuh membuat aplikasi game bukan untuk uang melainkan untuk mempermudah kehidupan seseorang “Motivasi terbesar saya adalah bisa melihat kehidupan orang lain sedikit lebih mudah dan menyenangkan dengan aplikasi yang saya buat. Tidak ada perasaan yang membahagiakan selain melihat orang mengambil manfaat dari kreasi Anda,” kata Pasternak kepada situs Mashable yang disiarkan dream.co.id, Senin, (6/4).

Meski populer dan di depan mata kesemaptan menjadi kaya raya terwujud, Ben belum mau memastikan apakah akan terus mendalami ranah teknologi atau beralih ke bidang lain. (t/r9/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Harga Timun Melonjak Tinggi

‎Harga Timun Melonjak Tinggi

Medan(harianSIB.com)Dua pekan terakhir, harga sayur mayur pelengkap yakni timun di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan mengalami kena