Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Ikut Genjot Program Kabinet Kerja, 3 Istri Menteri Perangi Kanker

- Minggu, 26 April 2015 22:52 WIB
750 view
Ikut Genjot Program Kabinet Kerja, 3 Istri  Menteri Perangi Kanker
Medan ( SIB )- Istri-istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) kemarin ikut turun blusukan mengkampanyekan program pemerintah di bidang kesehatan. Mereka yang terjun blusukan adalah Hanifah Husein Ferry (Isteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan), Velly Elvira (istri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Crisnandi) dan Elisye Widya (istri Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly).

Ketiga istri menteri itu terbang ke Medan untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari kanker. “Kita hadir di sini untuk membantu program pemerintah, khususnya dalam kesehatan,” ungkap Hanifah Husein di hadapan masyarakat,” kemarin.

Dikatakan dia, sebagai istri kabinet kerja maka harus membantu pemerintah dalam mewujudkan program pemerintah. “Kita harus berada di tengah masyarakat, kita harus ada jika rakyat membutuhkan,” katanya.

Kehadiran seorang istri, dikatakan dia, sangat berguna bagi pekerjaan seorang menteri di dalam menjalankan tugasnya. Karena di balik pemerintahan yang kuat, ada perempuan-perempuan yang kuat. Terkait Hari Kartini, Oase berharap Hari Kartini menjadi momentum bagi perempuan Indonesia untuk berjuang melawan kanker.

Hanifah meyakinkan pemerintah saat ini telah menggratiskan pemeriksaan kanker bagi masyarakat pemilik Jamkesda maupun BPJS. Bukan  hanya itu, 

Hanifah mengungkapkan Pemda harus mempersiapkan budgeting untuk anggaran Jamkesda, rumah sakit dan Puskesmas. “Selain itu tenaga ke depan kita juga harus pikirkan protect tenaga medis, dokter dan lainnya, jangan sampai terjadi mal praktek, harus memiliki sertifikat,” imbuhnya.

Hanifah berpesan agar dokter ataupun tenaga medis wanita dapat lebih diperbanyak guna mengantisipasi enggannya pemeriksaan kanker ke dokter pria.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja, Iriana Joko Widodo mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyukseskan program nasional Percepatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia.

“Kami mengajak seluruh PKK Indonesia dan seluruh kadernya berperan aktif melaksanakan program ini,” kata Iriana Jokowi saat berpidato pencanangan program tersebut di Puskesmas Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta.

Ibu negara ini juga mengajak perempuan Indonesia untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini kanker serta membiasakan pola hidup sehat. Usai pidato pencanangan program nasional ini, Iriana didampingi Ketua Umum PKK Nasional Erni Tjahjo Kumolo melakukan komunikasi jarak jauh (teleconference) dengan Tim Penggerak PKK di 11 kota, yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, 
Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta. (RM/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru