Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Relawan Muda Beri Pendidikan Gratis untuk Anak-anak Pemulung dan Pengamen

- Minggu, 17 Mei 2015 21:07 WIB
530 view
Relawan Muda Beri Pendidikan Gratis untuk Anak-anak Pemulung dan Pengamen
SIB/Dok
Martin Rambe bersama relawan dan anak-anak yang menimba ilmu dalam komunitas Aksi Indonesia Muda Medan.
Medan (SIB)- Sekelompok anak-anak muda Medan yang tergabung dalam Aksi Indonesia Muda Medan  (AIMM) memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang berprofesi sebagai pemulung dan pengamen. Komuitas yang didirikan Martin Rambe  pada Juli 2014 terletak di Starban, Padangbulan, Medan.

Menjangkau ke wilayah tersebut dengan sampan atau bahasa setempat disebut getek. Lokasi tepatnya antara Starban Polonia dengan Starban Padangbulang, Medan. Martin Rambe yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sumatera Utara tergerak memberi pendidikan gratis karena tak ingin anak-anak tersebut kehilangan masa depan karena profesinya mengamen dan pemulung. “Hasil dari pekerjaan tersebut justru dihabiskan untuk foya-foya seperti main games di warung internet,” ujar General Manager Key Publisher Christa Merriana Panggabean, Rabu (13/5).

Christa dan rekannya — di antaranya Nove Rini S Purba, Melva Emagita, Rika Nafitri, Theresia E N Br Purba dan Jane Catherine Matanari  — adalah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan sosial ikut mencerdaskan bangsa.

Aktivitas anak-anak yang menimba ilmu dalam AIMM itu kisaran 2 jam yakni masuk pagi pukul 08.00 WIB. Yang diajarkan apa saja terkait apa yang sedang trend di masyarakat tapi yang paling utama aalah pengetahuan berhitung dan membaca.

Anak-anak yang jumlahnya kisaran 20 orang dikumpulkan di satu lokasi. Setelah berkumpul, diajar apa saja. Setelah dua jam waktunya ‘disita’, kira-kira pukul 10.00 WIB kembali berkumpul dengan keluarganya di lingkungan Starban. Setelah itu kembali ke aktivitas memulung dan ngamen.

Lokasi kerja ‘siswa’ AIMM di sekitar Padang Bulan. Martin Rambe bertekad, dengan memberi pendidikan maka pengetahuan dan wawasan anak-anak semakin berkembang hingga dapat melakukan hal yang lebih baik ke depan. “Minimal, tak lagi terkungkung dalam siklus kemiskinan serupa karena hampir selurh orangtua anak-anak yang menimba ilmu di Aksi Indonesia Muda Medan berprofesi sebagai pemulung,” harap Martin Rambe.

Aktivitas AIMM itu pun untuk membuktikan untuk merubah bangsa tidak harus dengan hal yang fantastis, namun dimulai dari hal kecil.

Untuk mengoperasionalkan kegiatan belajar-mengajar, AIMM memperoleh dana dari sumbangan anggota,  hibah, iuran anggota dan usaha-usaha lain yang halal serta tidak bertentangan dengan sifat independensi AIMM. (r9/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru