Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Ramda Yanurzha Remaja Indonesia Termuda di The World Bank

- Minggu, 17 Mei 2015 21:15 WIB
2.231 view
Ramda Yanurzha Remaja Indonesia Termuda di The World Bank
Ramda Yanurzha
Singapura (SIB)- Dari ribuan karyawan dan staf The World Bank yang berpusat di Washington DC, ada sejumlah orang muda. Di antara mereka terdapat Ramda Yanurzha. Anak muda Indonesia itu tercatat sebagai yang termuda di lembaga yang punya ‘tugas’ meminjamkan uang pada negara-negara di dunia guna mengentaskan warga miskin di negara kreditor.

Selain di The World Bank, Ramda juga mengabdi di dua badan nasional Indonesia yakni TNP2K  (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) dan Kementerian Perhubungan. Untuk tugas dan tanggung jawab di lembaga pertama, Ramda tetap mengedepankan idealisme nasionalismenya. “Syaratnya, aku harus tetap mengabdi untuk Indonesia,” tandasnya di jeda Roadshow The Next Dev sebagai bagian dari sosialisasi Digital Creative Indonesia Competition (DCIC).

Didampingi General Manager Account Management Sumatera Telkomsel Zulfikar dan VP Corporate Communication Telkomsel yang memfasilitasi kehadirannya di Medan, Ramda menegaskan nasionalismenya tumbuh dan berkembang bila berdampingan dengan denyut nadi kehidupan warga Nusantara.

* * *

Lahir di Jakarta pada 20 April 1989. Menimba ilmu di sejumlah sekolah dasar di Jakarta dan menamatkan ilmu di SMPN 19 serta SMAN 8 Jakarta. Memiliki keunggulan ilmu lebih dari rekan sebayanya, Ramda diterima di sejumlah universitas terkemuka di Indonesia namun karena dekat dengan Bandung, dipilihnya masuk ITB.

Saat bersamaan diterima test di sejumlah lembaga internasional. Ramda memilih menimba ilmu di James Cook University Singapura tapi tak juga fokus pada studi karena lebih tertarik mengutak-atik komputer dan menuangkan ide kreatifnya.

Hidup di negara kota yang serba teratur tak membuat betah Ramda. “Maaf, aku ingin terus terang... Jakarta yang semerawut menumbuhkan kreativitasku guna mencari jalan keluarnya,” tandasnya.

Dari negara kota itu ragam ide dituangkannya untuk mengurai persoalan, mulai dari bagaimana mencari jalan ke luar kemacetan, melibatkan publik untuk berpartisipasi mengawal anggaran sampai hal lain.

Saat fokus berpikir soal Tanah Air, ada The World Bank mencari anak muda untuk menjadi staf. Ramda melamar tapi mengajukan syarat yakni diberi kemungkinan mengabdi di tanah leluhur. Diterima. “Aku dilibatkan dalam proses pembelajaran kehidupan marjinal di Indonesia. Aku bahagia dengan kepercayaan ini,” tandas pria yang irit bicara latar keluarganya itu, Rabu (13/5).

Waktu mengabdi di Bank Dunia pun dimaksimalkannya di Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) — saat itu — dipimpin Kuntoro Mangkusubroto.

Meski berkedudukan di Jakarta, Ramda masih melakukan aktivitas globalnya. Bepergian ke sejumlah negara. Seperti tiba di Medan tengah hari, malamnya harus pergi ke Jakarta dan sejumlah kota lain guna menginspirasi orang-orang muda Indonesia melek teknologi. “Aku sedih lho kalau bertemu remaja yang buta teknologi!”

Meski waktu padat Ramda berkenan berkomunikasi virtual  melalui ramda.yz@gmail.com guna sharing. (r9/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru