Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Terinspirasi Orangtua Berhasil Tumpas Teroris, Anak Kapolda Sulteng Juara OSN Matematika

- Minggu, 31 Mei 2015 17:43 WIB
329 view
Terinspirasi Orangtua Berhasil Tumpas Teroris, Anak Kapolda Sulteng Juara OSN Matematika
Palu (SIB)- Irfan Urane Azis meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika. Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tingkat SMP yang diikuti siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Kota Depok, Jawa Barat itu diadakan di Palu, Sulawesi Tengah pada 17-23 Mei 2015.

Irfan ikut kompetisi utusan dari Jawa Barat. Saat proses seleksi, tak sekalipun penyuka olahraga basket itu didampingi orangtuanya, yang bertugas di Poso dalam menumpas teroris. Keberhasilan orangtuanya menumpas pengganggu ketertiban kemanan negara itu semakin memotivasi dan menginspirasi Irfan untuk memosisikan sebagai yang terbaik.

Irfan putera Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Idham Azis. Ketika OSN berlangsung, Idham  berada di Kabupaten Poso mengkoordinir Operasi Camar Maleo II Tahun 2015. Operasi yang melibatkan personel Brimob Polda Sulawesi Tengah dan Brimob Kelapa Dua itu bertujuan mengejar dan menangkap kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah dan kawan-kawan.  

Fitri Handari, istri Idham Azis menjelaskan suaminya menjumpai Irfan pada saat kedatangan di Palu dan kepulangannya ke Depok. "Kunci sukses adalah ketekunan dan berlatih terus menerus, serta berdoa kepada Allah dan meminta restu dari orang tua," pesan Idham kepada Irfan sebelum lomba.

Sejak kelas 7, Irfan mengikuti kursus matematika yang diadakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Kota Bogor, Jawa Barat. 

Pada 18-21 Oktober 2014, Irfan meraih medali emas pada kompetisi Wizards At Mathematics International Competition (Wizmic) 2014 di Lucknow, India.
Sebelumnya, pada International Mathematics Contest (IMC) di Singapura, Agustus 2014, putera kedua Brigjen Idham Azis itu meraih medali perak.

Pada 12 April 2015, Irfan meraih emas pada Singapore and Asias School Math Olympiad (Sasmo) 2015 di Bogor, Jawa Barat.

Irfan mengaku senang dengan pelajaran matematika semenjak sekolah dasar. "Pelajarannya seru. Makin susah soalnya membuat makin penasaran," katanya, seperti disiarkan Harian Terbit, Jumat, (29/5), sambil mengatakan belajar matematika membuat cara berpikirnya makin bagus. "Saya mau masuk Akademi Kepolisian dan menjadi polisi!"

Meski anaknya jawara, Idhan menegaskan bukan soal kemenangan tapi bagaimana menguji mental agar jika menang tidak membuat kita sombong. “Bila kalah tidak membuat patah semangat," ujar pria yang selama enam bulan  sebagai Kapolda Sulteng namun lebih sering berkantor di Poso dalam memburu teroris. (t/r9/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru