Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Anak Penerima Kaki Palsu Ingin Menjadi Pesepak Bola

- Minggu, 07 Juni 2015 18:16 WIB
331 view
Anak Penerima Kaki Palsu Ingin Menjadi Pesepak Bola
Mencocokkan kaki baru
Medan (SIB)- Sejumlah anak-anak dan remaja penerima kaki palsu girang karena beroleh bantuan gratis dari Prananda Surya Paloh (PSP) Center Medan di Jalan KH Ahmad Dahlan 3 Medan. Seorang anak, setelah berjalan dengan kaki baru, bercita-cita menjadi pesepak bola. “Kehidupan mereka menjadi lebih indah.
 Buktinya, masih punya cita-cita, yang suatu waktu nanti, dapat membanggakan keluarga, membanggakan bangsa dan negara,” ujar Prananda Surya Paloh didampingi Koordinator PSP Center Medan Gandi Febraska Manurung, Rudi Avatar, Zulhamdhani Napitupulu. “Program pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas permanen, terus berlangsung. Siapa yang membutuhkan, silakan mendaftar langsung ke PSP Center Medan (di belakang RS Santa Elisabeth) atau contact person 085261684114.”

Sejak program karitatif dicanangkan PSP Center yang langsung disupervisi Prananda, permintaan kaki palsu terus berdatangan, bahkan dari luar Sumut. “Semula direncanakan hanya untuk Dapil Sumut 1 — Medan, Deliserdang, Serdang Bedagei dan Tebing Tinggi — tapi demi berbagi suka untuk keceriaan bersama, setiap warga Sumut yang membutuhkan, dimungkinkan menerima,” ujar Prananda sambil mengatakan pemberian kaki palsu tersebut adalah komitmen pihaknya yang menggunakan seluruh gaji sebagai anggota DPR RI untuk kegiatan sosial.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menunjukkan kebahagiaan karena proyek sosialnya diapresiasi publik. Populernya aksi sosial itu membuat penyandang disabilitas lain minta dibantu, misalnya untuk alat dengar. Geka Adina, contohnya, minta bantuan untuk anaknya yang tunarungu. “Maaf, untuk saat ini program pendanaan masih untuk kaki palsu. Untuk tunarungu saya akan lihat kemungkinan ke depannya,” jawab pria yang lahir di Singapura pada 21 September 1988, putra pasangan Surya Paloh - Ny Rosita Barack tersebut.

Menurutnya, program sosial pemberian kaki palsu, bukan dadakan tapi hasil pemikiran lama dan berkelanjutan.

Aditya menduga program bantuan tersebut masih dipungut biaya. Muhammad Raziq Lubis dan Anita Ester bahkan mengusahakan kaki palsu untuk kerabatnya. “Tanpa biaya apapun,” tandas Prananda.

Muhammad Rafany Dongoran bersemangat ingin mendapat kaki palsu. “Datang saja ke PSP Center. Tinggal diukur-ukur dan PSP Center akan memesankan,” tutup Prananda. (rel/R9/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru