Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Di Panti Asuhan Ini Anak-anak Dididik Melayani Warga Lintasetnis dan Agama

- Minggu, 07 Juni 2015 18:22 WIB
519 view
Di Panti Asuhan Ini Anak-anak Dididik Melayani Warga Lintasetnis dan Agama
SIB/Dok
Anak Panti Asuhan Yayasan Sei Prama di Jalan Tapian Nauli, Pasar I Sunggal, Medan, Minggu (31/5), bersama Sr Antonia KYM sesepuh masyarakat Maluku JA Ferdinandus, Peggy Ferdinandus dan Suzy Ferdinandus, sekretaris panitia Ola Sundah.
Medan (SIB)- Panti Asuhan Yayasan Sei Prama Medan mengasuh anak-anak dari latar belakang etnis dan agama berbeda. “Mereka ini berasal dari Papua, Timor Leste, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh, Nias, Pematangsiantar, Samosir dan Medan sekitarnya,” ujar pimpinan panti Sr Antonia KYM saat menerima kunjungan  Masyarakat Maluku Sumatera Utara yang memeringati Hari Pattimura 2015 dengan kegiatan sosial di panti yang berada di Jalan Tapian Nauli, Pasar I Sunggal, Medan, Minggu (31/5).

Sr Antonia KYM bilang, pihaknya mengasuh 30 anak usia play group hingga tamat SMA (18 tahun) yang semuanya laki-laki. “Bila selesai sekolah lanjutan atas, mereka sudah mandiri sehingga bisa hidup sendiri,” ungkapnya.

Kehidupan sehari-hari sama seperti di rumah sendiri. Mulai dari aktivitas sehari-hari, berdoa dan lain sebagainya. Tetapi dididik dan bersosialisasi dengan rendah hati. Salah satunya, melayani sesama penghuni sesuai latar belakang etnis dan agama. “Kasih yang diajarkanNya adalah mengasihi sesama,” cerita Sr Antonia KYM yang selalu melibatkan pihak lain dalam menebalkan iman warga panti.

Itu sebabnya, jika panti dikunjungi tetamu, penghuni pun menyambut dengan tradisi sesuai latar belakang yang datang. Misalnya dalam kunjungan warga Maluku, yang ditampilkan kesenian yang dikuasai penghuni panti.

Semangat yang diajarkan Panti Asuhan Yayasan Sei Prama Medan, senapas dengan warga Maluku di Sumut yang memeringati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-198. “Warga Maluku di daerah ini lintasagama, lintasetnik karena keluarga besar Maluku adalah miniatur Indonesia,” ujar sesepuh masyarakat Maluku JA Ferdinandus yang didampingi sejumlah personel  Adel Simantaw, Maurits Warela, Minggus Poselima, Ola Sundah, Peggy Ferdinandus dan Suzy Ferdinandus.

Itu sebabnya, bantuan yang diberikan warga Maluku tak sekadar seperti memberi ikan tapi berupa kail di antaranya alat belajar. “Untuk natura berupa beras 90 kilogram (kg), gula 50 kg, minyak goreng 48 liter, pop mi 3 kotak berisi 24 bungkus, kaus kaki 60 pasang dan buku tulis 200 buah,” papar Suzy Ferdinandus yang datang khusus dari Ambon, Maluku untuk berbagi suka dengan warga di Sumut.

Sebelum ke panti, rombongan sebelumnya mengunjungi DOT Dorkas GPIB Immanuel Medan, yang diterima Marie A Samusamu dan pengurus lainnya. Menyinggahi Panti Asuhan Al Washliyah Gedung Johor, Medan, yang diterima  pimpinan Hj Rodiah. Setiap singgah di panti, hal serupa diberikan pada penghuni. “Kami ingin berbagi kasih kepada semua anak-anak yang menempa kehidupan di panti asuhan. Mereka punya cita-cita seperti anak-anak lainnya,” ujar JA Ferdinandus.

Tahun 2015, peringatan kejuangan Thomas Matulessy itu diisi dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (15/5) dan  donor darah massal di Ruang Markus komplek GPIB Immanuel Jalan Diponegoro, Sabtu (23/5). (rel/R9/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru