Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Remaja Diajarkan Gunakan Ketapel Tanam Pohon Langka di Danau Toba

- Minggu, 02 Agustus 2015 14:44 WIB
386 view
Remaja Diajarkan Gunakan Ketapel Tanam Pohon Langka di Danau Toba
Samosir (SIB)- Murni Huber-Tobing dan Idris Pasaribu mengajarkan generasi muda, khususnya remaja cara menggunakan ketapel guna menanam pohon langka dalam upaya melestarikan Danau Toba. Mengadopsi kearifan lokal yang turun-temurun, keduanya memastikan, para leluhur penggunakan ketapel ketika menanam ragam pohon seperti pinus, mangga Samosir, bagot, bambiri dan ingul. “Anak-anak sekarang, jangankan masih melihat pohon tersebut, mendengar saja sudah jarang,” ujar Murni Huber-Tobing, aktivis yang bergabung dengan dengan NGO kelas dunia, sepulang dari Jerman, Kamis, (23/7) di Bandara KNIA Deliserdang.

Ide mengajari menggunakan ketapel tersebut digagas novelis Idris Pasaribu. Wartawan senior yang aktif menggali kearifan lokal, baik melalui novel dan ratusan artikelnya itu pernah melakukan hal serupa bersama orangtua dan ompungnya ketika masih kanak-kanak.

Menurut pelahir novel Acek Botak tersebut, sudah banyak pohon dan buah asli Samosir yang perlahan tapi pasti hilang karena kerusakan ekosistem di sekitar Danau Toba. “Biarkan saja ada pihak yang merusak alam. Melawannya harus dengan melestarikan dan aksi lain,” ujar Idris Pasaribu.

Murni menyemangatinya. Selain aksi pelestarian dan tak henti berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo, perempuan yang merangkul aktivis kampus untuk aksinya itu pun menyediakan ragam bibit pepohonan. “Sudah ada 5.000 bibit. Kita butuh ketapel 500 pcs. Tiap ketapel mungkin menanam 100 pcs benih pohon,” tulisnya melalui Facebook dan Twitter.

Sebelumnya, Murni Huber-Tobing bersama ragam organisasi pencinta lingkungan seperti Mangaliat Simarmata termasuk peraih Kalpataru Marandus Sirait, Hasoloan Manik dan Wilmar E Simanjorang melakukan penanaman di Samosir. Fokus melibatkan remaja, menurut Murni, karena  generasi muda memiliki idealisme yang murni serta untuk menanamkan jiwa cinta lingkungan.

Cara yang menarik menanam benih ini dengan memakai diketapel dari ketinggian di kawasan Danau Toba. “Benih pohon akan hidup. Berkat kuasaNya, aku yakin pohon itu akan hidup,” tulisnya sambil mengatakan seluruh pihak diminta mengapresiasi misi suci tersebut. “Remaja-remaja hanya membawa benih ke tempat ketinggian lalu diketapel di mana sasaran pertumbuhan akan di tanam!” (R9/k)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru