Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Animasi Anak Muda Indonesia di Final Asiagraph Reallusion Award 2015

- Minggu, 09 Agustus 2015 14:16 WIB
457 view
Animasi Anak Muda Indonesia di Final Asiagraph Reallusion Award 2015
Jakarta (SIB)- Animasi anak muda Indonesia masuk final dalam kompetisi animasi bertajuk Asiagraph Reallusion Award 2015 di Taiwan. Klimaks dari kegiatan se-Asia itu adalah grandfinal 48 HR Live Contest di Yuan Ze University, Taiwan 25-27 Agustus 2015. Ketiganya adalah Faris Asjaka, Muhammad Rojali dan Bagus Imam Prakoso. Menggunakan nama tim Punakawan, ketiga mengikuti kontes animasi melalui karyanya berjudul On/Off dan menyisihkan kontestan lain dari Indonesia. Di final nanti mereka akan menghadapi kontestan dari Malaysia, Thailand, serta tuan rumah, Taiwan. "Permasalahan utama yang akan dihadapi adalah waktu, karena kami hanya diberi waktu 48 jam nonstop untuk membuat animasi. Jadi, kita persiapkan pembagian tugas untuk masing-masing anggota tim," ujar Faris Asjaka, seperti diberitakan Kompas.Com.

On/Off dikerjakan dalam waktu satu minggu. Karya animasi itu terinspirasi dari tokoh-tokoh tradisional pewayangan.  Dalam membuat animasi, yang diperlukan adalah kreativitas. Menurutnya, membuat animasi tidak terlalu membutuhkan dana mahal, tapi low cost. Kemampuan berkreasi itulah yang dibutuhkan para animator muda saat ini.

Di kota yang sama, 22 mahasiswa Fakultas Teknik Elektro USU Medan sedang menimba ilmu di Chung Yuan Christian University (CYCU) guna mempraktikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam sinerjitas ke dunia industri. Para intelektual kampus itu selama sebulan mengikuti pendidikan terarah dan aplikasi di pasar dengan masuk ke pabrik dengan bendera produsen terkenal.

Sebelum ke Taiwan, di Medan,   anak-anak muda Medan itu telah menggali dan merilis temuan berdasarkan ilmu yang dipergelarkan dalam Pekan Ilmiah Teknik Elektro (PITE) 2014. Di kegiatan dimaksud, dipamer ciptakan muatan roket, mahasiswa pun mempresentasikan ciptaan unggulan hasil rekayasa dan temuan group peneliti mahasiswa seperti teknologi digital 5G dan standarisasi, HV DC (high voltage DC), GIS yakni temuan untuk penyederhanaan gardu induk hingga tidak membutuhkan ruang besar, mobil listrik dari Tim Asatama. Khusus terkait temuan soal pembangkit lisrik, ketika di Medan, Ketua Departement Teknik Elektro Ir Surya Tarmizi Kasim MSi mengatakan temuan dan ciptaan para intelektual muda dimaksud sebagai menjawab program kebutuhan listrik sesuai yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Untuk urusan digital, salah seorang peserta kegiatan, Yohannes Nugroho Asitua Simorangkir memperdalam kemampuan teknologi digital dunia. Indonesia sedang mengadopsi 4G-LTE (Long Term Evolution) tapi yang digali dan diuji coba menjangkau teknologi 5G. Melalui penelitian bersama Tim Spectrum beranggotakan Oktri Pani Wiranata, Harry Siregar, Ihsan — pria yang disapa Annes itu menjelalah di frekuensi wireless 5G. Prediksinya, tahun 2020 teknologi digital 5G sudah memassa dan dipergunakan.

Annes bilang,  teknologi digital memiliki prospek menguasai dunia ke depan. “Sekarang di 4G-LTE bermain dalam kecepatan. Yang virtual pun bisa dinyatakan,” ceritanya sambil mengatakan dengan teknologi seperti sekarang ini maka kekreativitasan seseorang tertantang untuk melahirkan ide.

Menurutnya, dunia teknologi digital dewasa ini dimaksimalkan untuk kesejahteraan warga, memudahkan kehidupan masyarakat. Dari sisi ekonomi, mendukung perkembangan industri kreatif.

Annes mengatakan, dengan studi lapangan dan penerapan ilmu seperti yang dilakukan dewasa ini di CYCU berasa sangat bermanfaat. Soalnya, sebelumnya ada grup studi peneliti seperti HVDC Study Club, 5G Study CLub dan GIS Study Club. “Khusus 5G Study CLub melakukan lompatan karena Indonesia secara utuh baru mengadopsi teknologi digital 4G tapi mahasiswa USU khususnya Teknik Elektro sudah masuk ke 5G!” (t/R9/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru