Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

T-Shirt Ornamen Batak Anak Medan Masuk Final LPIR Nasional

- Minggu, 23 Agustus 2015 16:01 WIB
476 view
T-Shirt Ornamen Batak Anak Medan Masuk Final LPIR Nasional
Medan (SIB)- T-shirt bergambar ornamen Batak dan aksara Tapanuli karya anak Medan masuk final dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2015 tingkat nasional kategori siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). “SMP St Ignasius Medan mewakili daerah ini ke Jakarta. Finalnya pada September 2015,” ujar Kepala Sekolah SMP Santo Ignasius Jalan Karya Wisata Medan Drs Marugan Simbolon, Jumat, (21/8), yang dihubungi via seluler.

Utusan Medan ke LPIR 2015 adalah Patricia Samara, Devi dan Daniel. Ketiganya, adalah pelajar SMP St Ignasius yang berulang kali memenangi perlombaan ragam bidang. Khusus untuk ke LPIR 2015, ketiganya melakukan riset mulai dari selera anak-anak muda di Medan dengan t-shirt berornamen etnik, penjualan dan pemasaran. “Maaf, karena sedang dalam proses penjurian, tidak dapat dipublikasi kaos oblong tersebut,” ujar M Simbolon tentang karya anak didiknya yang belum dapat dipublikasi sebab menyangkut eksklusivitas dan hak paten nantinya.

Menurutnya, ketiganya diarahkan mengeksplorasi kemampuan visi dalam kontribusi budaya setempat. Setelah riset dan praktik, semua dituangkan dalam tulis bertajuk Ketika Kaus Berbicara Budaya Batak. Yang membahagiakan M Simbolon, seorang dari peneliti muda itu tidak ada kaitan dengan etnis Batak. “Patricia Samara itu berdarah Indonesia Timur. Ketika ada bakat, guru wajib mengarahkan,” ceritanya tentang pelajar yang juga jago nyanyi tersebut.

Menurutnya, anak didik menjadi peka dengan budaya etnik karena pihaknya memiliki waktu ekstra kurikuler yang dikaitkan dengan pengetahuan entrepreneurship bekerja sama dengan Ciputra Surabaya. “Apa yang ada dalam benak pelajar, dituangkan dan masuk dalampraktik di  Toko ITPreuneur St Ignasius Medan. Program tersebut termaktub dalam Enterpreunership School!”

Setelah menuangkan ide, pelajar pun diwajibkan mencari market. Mula-mula untuk dipakai sendiri, digunakan kelaurga terdekat baru ke lingkungan.

“Mereka yang mewakili Medan itu mahir menyablon. Di ITPreuneur St Ignasius Medan mereka mencetak t-shirt, baliho dan umbul-umbul dengan maksimal.

Menyablon t-shirt maksimal 30 detik selesai,” papar M Simbolon sambil mengatakan apa yang dikerjakan ketiga utusan terebut berdasar rasa ingin tahu remaja melalui penelitian ilmiah yang bersumber daya yang tersedia di lingkungan sekitarnya. “Dari sanalah inovasi dan invensi tercipta!” (R9/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru