Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Paskibra Juga untuk Menempa Idealisme Keindonesiaan

- Minggu, 23 Agustus 2015 16:02 WIB
1.482 view
Paskibra Juga untuk Menempa Idealisme Keindonesiaan
SIB/Dok
Tim Paskibra St Ignasius Jalan Karya Wisata, Medan bersama pelatih Sertu Ignasius Budiyono, Kepala Sekolah Drs Marugan Simbolon.
Medan (SIB)- Peringatan hari ulang tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah usai. Dalam perayaan sakral itu, menyatu pasukan pengibar duplikat bendera pusaka (Paskibraka). Lalu, ke mana personel pilihan tersebut? “Paskibraka tak hanya bertugas dan selesai tanggung jawab usai dalam kegiatan tiap 17 Agustus tapi keberadaan mereka untuk menempa idealisme keindonesiaan dalam jiwa generasi muda,” ujar Drs Marugan Simbolon, Kepala Sekolah SMP RK Santo Ignasius Jalan Karya Wisata, Medan, Jumat, (21/8).

Paskibraka St Ignasius Medan mendapat perhatian publik karena personelnya gabungan SMP dan SMA St Ignasius yang dilatih personel Kodim 0201/BS Sertu Ignasius Budiyono. “Dikatakan istimewa, memang lebih menonjol karena dalam komposisi, jusru pelajar SMP yakni Tessa Yessi Nababan yang pembawa baki penjepu Sang Dwi Warna,” cerita pria familiar asal dari Jawa tersebut tentang upacara pengibaran dengan Irup Drs Aropati Zega MPd dengan personel Paskibraka kolaborasi pelajar SMP dan SMA.

Proses perekrutan sama ketatnya seperti penyeleksian semimiliter. Yang terpilih adalah mereka yang punya prestasi akademik dan kemampuan baris-berbaris lebih dari rekan sebaya. Dari SMP St Ignasius Medan terpilih Femi Agintsi Putri Situmorang, Patricia Devita Sinambela, Stefani Joyanda Sinuhaji,
Gebrielle Sallula Simanjuntak, Eunike Yohana Sitio, Mena Oktaviona Simorangkir, Temi Melika Sembiring, Jesika Ane Girsang,Saulina Sembiring, Nia Natasya Tarigan, Grace Koninta Simanungkalit, Zefannya Hangues Sihotang, Royana FK Lumbantobing dan Tessa Yessi Nababan.

Selain dilatih baris-berbaris, personel Paskibraka dari SMP St Ignasius tersebut diajarkan dan harus paham menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Secara akademik, pun digembleng khusus untuk cinta Tanah Air. “Latihan fokus cuma 4 hari penuh tapi pihak sekolah mempersiapkan SDM yang teruji,” jelas Ignasius Budiyono.

Hal tersebut dibenarkan Marugan Simbolon yang mengaku memang untuk bergabung dalam Paskibraka pihaknya menyiapkan pelajar yang lebih maksimal. “Menjadi personel Paskibraka bukan hanya ikut-ikutan apalagi gagah-gagahan!”

Menurutnya, Indonesia saat ini dan ke depan membutuhkan pimpinan yang paham dan meneladani warganya dengan idealisme keindonesiaan. “Globalisme butuh nasionalisme bangsa, sebagai salah satu syarat menjayakan Indonesia,” tutup pria yang menghabiskan sebagian besar usianya menjadi pendidik. (R9/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru