Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Shalini, Remaja Berprestasi Menjadi PRT dan 8 Pekerjaan Berbeda

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:46 WIB
632 view
Shalini, Remaja Berprestasi Menjadi PRT dan 8 Pekerjaan Berbeda
Mumbai (SIB)- Shalini A, pelajar SMA Karnataka, India, tercatat sebagai pelajar terpintar di negeri dengan penduduk nomor dua terbanyak di dunia. Shalini meraih nilai 99,1 persen untuk ujian ilmu sains  hingga dapat julukan anak ajaib. Selain bersekolah, Shalini diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), petugas kebersihan di sebuah kantor dan masih ada tujuh pekerjaan sampingan lain yang digeluti.  Shalini juga menghabiskan waktu libur untuk mengurus ayahnya yang sedang sakit, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Setelah semua pekerjaan dianggap selesai, barulah Shalini bisa mempunyai waktu untuk belajar.

Meski punya jadwal yang sangat padat, Shalini benar-benar sukses dalam ranah akademis. Kini, ia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian program kedokteran, kedokteran gigi dan teknik di sebuah perguruan tinggi professional di India.

Perjalanan hidup Shalini penuh dengan perjuangan keras sejak masih belia. Kepada Bangalore Mirror, ia menceritakan, ayahnya telah jatuh sakit dan tak bisa bangkit dari tempat tidur karena terjatuh dari sebuah gedung saat Shalini masih berusia tujuh tahun. Alhasil, sang ayah tak lagi bisa diandalkan untuk mencari nafkah.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ibunda Shalini harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga di beberapa rumah. Awalnya, penghasilan sang ibu masih cukup untuk menghidupi mereka. Namun semua berubah ketika awal 2015, kakak Shalini didiagnosa mengidap kanker darah stadium ketiga.

Kini, hanya Shalini yang diharap bisa membantu ibunya untuk bertanggung jawab terhadap keluarga. Shalini mesti mengambil alih seluruh pekerjaan paruh waktu ibunya. Selain mencari uang, mereka harus membagi waktu untuk menjaga sang kakak yang dirawat di rumah sakit dan ayah yang terbaring di tempat tidur.

“Jika saya tidak banyak menghabiskan waktu di rumah sakit, mungkin capaian nilai akademis saya akan lebih baik,” ujar Shalini kepada Mirror seperti dikutip dari laman huffingtonpost, Selasa, 26 Mei 2015. “Tapi, bagi saya kakak lebih penting daripada nilai-nilai akademik.” (t/R9/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru